PORTAL7.CO.ID - Pada perdagangan Selasa, 3 Maret 2026, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan penurunan signifikan pada harga pembelian kembali atau buyback emas. Nilai buyback tersebut merosot sebesar Rp13.000 per gram sehingga kini berada di level Rp2.901.000. Penurunan ini membuat posisi harga semakin menjauh dari rekor tertinggi sepanjang masa yang sempat menyentuh angka Rp2.989.000.
Meskipun mengalami koreksi harian, performa harga buyback emas Antam sebenarnya masih menunjukkan penguatan sebesar 22,92% sepanjang tahun 2026. Harga ini menjadi acuan utama bagi emiten berkode ANTM tersebut dalam melayani transaksi pembelian kembali logam mulia ukuran 1 gram. Para investor umumnya memanfaatkan selisih harga jual dan buyback yang signifikan untuk meraup keuntungan dalam jangka panjang.
Proses pelepasan aset emas batangan ke Antam juga tetap terikat pada regulasi perpajakan PMK No 34/PMK.10/2017 yang berlaku ketat. Transaksi penjualan kembali dengan nominal di atas Rp10 juta akan dikenakan potongan PPh 22 sebesar 1,5% bagi pemilik NPWP. Sementara itu, bagi masyarakat yang tidak memiliki NPWP, besaran potongan pajak yang diterapkan adalah sebesar 3% dari total nilai transaksi.
Di kancah internasional, harga emas spot justru terpantau menguat 0,18% ke posisi US$5.331,61 per troy ounce pada Selasa pagi. Tren kenaikan ini juga diikuti oleh harga emas berjangka kontrak April 2026 di bursa Comex yang naik 0,73% menjadi US$5.350,6 per troy ounce. Lonjakan harga di pasar global ini dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik yang semakin memanas di kawasan Timur Tengah.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan bahwa pihaknya tidak menetapkan tenggat waktu yang kaku untuk melancarkan serangan ke wilayah Iran. Trump menyatakan bahwa militer AS memiliki kemampuan mumpuni untuk melanjutkan operasi tersebut dalam jangka waktu yang jauh lebih lama dari perkiraan awal. Pernyataan tegas ini dikutip langsung dari laporan Bloomberg di tengah situasi keamanan dunia yang kian tidak menentu.
Kondisi semakin genting setelah militer Israel mengumumkan serangan udara baru ke Teheran yang menyasar pusat komando intelijen Iran. Langkah militer ini merupakan buntut dari tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada akhir pekan sebelumnya. Akibatnya, rentetan ledakan mulai dilaporkan terjadi di berbagai wilayah strategis termasuk Israel, Arab Saudi, Qatar, hingga Uni Emirat Arab.
Menjelang penutupan perdagangan, penguatan harga emas global mulai melandai setelah sempat menyentuh level psikologis US$5.400 per troy ounce. Pelaku pasar kini mulai mencermati potensi pengetatan kebijakan moneter oleh Federal Reserve guna menekan laju inflasi akibat konflik bersenjata. Ketidakpastian ekonomi global ini membuat investor harus lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi pada aset aman.
Sumber: Infonasional