Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bertindak cepat merespons insiden kekerasan yang melibatkan tenaga penagih utang di kawasan Tangerang. Lembaga pengawas ini secara resmi memanggil jajaran manajemen PT Mandiri Tunas Finance (MTF) untuk memberikan klarifikasi mendalam. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pengawasan ketat terhadap industri pembiayaan di tanah air.

Pemanggilan ini merupakan buntut dari tragedi penusukan yang diduga kuat melibatkan oknum debt collector di lapangan. OJK memerlukan penjelasan rinci mengenai kronologi kejadian yang telah meresahkan masyarakat luas tersebut. Pihak otoritas ingin memastikan bahwa setiap tindakan penagihan tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku.

Fokus utama dari pemeriksaan ini adalah untuk membedah prosedur operasional standar (SOP) penagihan yang dijalankan oleh MTF. OJK menaruh perhatian besar pada cara perusahaan pembiayaan dalam mengelola tenaga eksternal mereka di lapangan. Hal ini penting untuk mencegah terulangnya praktik premanisme dalam proses penarikan aset atau penagihan utang.

Lembaga pengawas keuangan tersebut menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi perlindungan konsumen yang sudah ditetapkan. OJK ingin memastikan apakah ada pelanggaran serius terhadap aturan main yang selama ini menjadi pedoman industri. Penegakan disiplin terhadap perusahaan pembiayaan menjadi prioritas utama guna menjaga integritas sektor jasa keuangan.

Kasus berdarah di Tangerang ini telah memicu gelombang sorotan publik terhadap etika kerja para penagih utang. Dampak fatal yang ditimbulkan oleh insiden ini mengharuskan adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan internal perusahaan. Masyarakat kini menanti tindakan tegas dari regulator agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Hingga saat ini, proses pendalaman informasi masih terus berlangsung di bawah pengawasan ketat Otoritas Jasa Keuangan. Manajemen Mandiri Tunas Finance diharapkan kooperatif dalam memberikan data dan fakta yang sebenar-benarnya terkait insiden tersebut. Hasil dari pertemuan ini nantinya akan menentukan langkah hukum atau sanksi administratif yang mungkin dijatuhkan.

OJK berkomitmen untuk terus memperkuat perlindungan konsumen dari segala bentuk intimidasi dan kekerasan fisik. Kasus di Tangerang ini menjadi pengingat keras bagi seluruh perusahaan pembiayaan untuk menertibkan mitra penagih mereka. Transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses bisnis jasa keuangan tetap menjadi harga mati bagi regulator.

Sumber: Jabaronline

https://jabaronline.com/post/tragedi-penusukan-tangerang-ojk-panggil-manajemen-mandiri-tunas-finance