PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tengah mengintensifkan koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk mematangkan pembaharuan nota kesepahaman (MoU). Langkah ini bertujuan memperkuat posisi kompleks Candi Borobudur, Prambanan, Mendut, dan Pawon sebagai pusat religi berskala dunia.
Keputusan strategis ini dilaporkan pada hari Kamis, 30 April 2026, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memajukan sektor pariwisata di kawasan Jawa Tengah. Pembaruan kerja sama ini dianggap sangat penting mengingat MoU periode sebelumnya yang berlaku tahun 2021 hingga 2026 akan segera berakhir masa berlakunya.
Pemerintah daerah menargetkan agar regulasi baru yang akan ditetapkan jauh lebih implementatif. Regulasi ini diharapkan dapat memfasilitasi umat Hindu dan Buddha dalam melaksanakan kegiatan ibadah mereka di kawasan cagar budaya yang sangat sakral tersebut.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menekankan urgensi perpanjangan kerja sama tersebut saat menerima kunjungan resmi dari Tim Koordinasi Kemenko Perekonomian. Sosok yang akrab disapa Gus Yasin ini berharap regulasi yang diperbarui akan memberikan kemudahan akses bagi para pemeluk agama.
"Kami mendorong agar MoU ini diperpanjang. Kami juga membahas apa-apa saja yang bisa memajukan pariwisata di empat candi ini," ujar Gus Yasin, saat menerima kunjungan Tim Koordinasi Kemenko Perekonomian.
Selain fokus utama pada empat situs candi ikonik tersebut, Gus Yasin juga mengusulkan adanya integrasi objek wisata lain milik Jawa Tengah. Pihaknya secara spesifik meminta agar situs-situs candi yang berada di kawasan Tawangmangu, Karanganyar, dan Wonosobo dimasukkan dalam satu paket promosi berskala internasional.
"Saya minta candi-candi di Karanganyar dan Wonosobo dimasukkan menjadi satu kesatuan daya tarik. Ini akan memperkuat narasi promosi Jawa Tengah di kancah internasional," jelas beliau.
Optimisme ini semakin menguat seiring dengan kembali aktifnya rute penerbangan internasional di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang. Kehadiran penerbangan langsung dari Singapura dan Malaysia dinilai akan sangat mempermudah mobilitas wisatawan mancanegara menuju destinasi religi unggulan di Jawa Tengah.
Salah satu segmen pasar yang menjadi sorotan utama adalah wisatawan yang berasal dari Thailand. Data dari pengelola menunjukkan adanya tren signifikan di mana generasi muda Thailand melakukan perjalanan spiritual ke Borobudur atas dorongan dari keluarga mereka, membuka peluang besar bagi pertumbuhan pariwisata daerah.