PORTAL7.CO.ID - Suasana pertandingan BRI Liga 1 Indonesia antara Persib Bandung melawan Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Jumat malam, 24 April 2026, diwarnai dengan aksi protes tak terduga dari suporter.
Aksi ini dilakukan oleh kelompok suporter setia Persib Bandung, yang dikenal sebagai Bobotoh, sebagai bentuk ekspresi ketidakpuasan mereka terhadap isu-isu tertentu.
Protes tersebut terlihat jelas melalui pembentangan spanduk yang dipasang oleh para pendukung di area tribun utara stadion selama berlangsungnya laga pekan ke-29 tersebut.
Spanduk yang dibentangkan memuat pesan yang cukup tegas dan langsung mengenai pandangan mereka terhadap situasi yang terjadi di luar lapangan hijau.
Dua pesan utama yang tertulis di spanduk tersebut adalah "Shut Up KDM" dan "Jangan Bawa Persib ke Politik."
Pesan-pesan ini secara spesifik menyoroti kekhawatiran suporter mengenai adanya potensi intervensi politik dalam urusan internal tim kebanggaan mereka.
Aksi ini menjadi sorotan dalam lanjutan kompetisi BRI Super League 2025/2026, menunjukkan bahwa isu di luar teknis pertandingan dapat memengaruhi atmosfer di stadion.
Dilansir dari JABARONLINE.COM, aksi ini menunjukkan adanya desakan dari basis suporter agar klub Persib Bandung tetap fokus pada aspek olahraga dan terlepas dari dinamika politik.
Peristiwa ini menjadi indikator penting mengenai bagaimana suporter memberikan perhatian terhadap kepemimpinan dan arah kebijakan yang mempengaruhi klub kesayangan mereka.