Momen libur panjang Tahun Baru Imlek 2026 memicu lonjakan arus lalu lintas yang signifikan di wilayah Jawa Timur. Gerbang Tol Warugunung menjadi salah satu titik paling padat akibat tingginya mobilitas masyarakat yang ingin berlibur. Ribuan kendaraan terpantau memadati ruas jalan tol tersebut sejak beberapa hari sebelum perayaan hari besar tersebut dimulai.

Berdasarkan data resmi yang dirilis, tercatat sebanyak 100.190 kendaraan melintasi gerbang tol tersebut menuju arah Semarang. Jumlah ini mencerminkan adanya pertumbuhan trafik sebesar 28,84 persen jika dibandingkan dengan hari-hari biasa. Padahal, dalam kondisi normal, volume kendaraan yang melintas di jalur tersebut hanya berkisar di angka 77.763 unit saja.

Peningkatan volume kendaraan ini mulai terlihat sangat signifikan sejak periode empat hari sebelum perayaan Imlek tiba. Arus kendaraan yang meninggalkan Surabaya menuju arah barat terpantau menjadi titik lonjakan yang paling dominan dibandingkan arus sebaliknya. Fenomena ini menunjukkan antusiasme warga dalam memanfaatkan waktu libur panjang untuk bepergian ke luar kota.

GM Operation & Maintenance PT Jasamarga Surabaya Mojokerto, Priyo Hartono, membenarkan adanya tren kenaikan yang cukup drastis tersebut. Beliau menjelaskan bahwa lonjakan ini terjadi secara konsisten baik pada arus kendaraan yang keluar maupun masuk ke Kota Surabaya. Pernyataan tersebut disampaikan secara resmi kepada awak media pada hari Selasa, 17 Februari 2026.

Kenaikan trafik yang hampir mencapai 30 persen ini menuntut kesiapsiagaan penuh dari seluruh jajaran pengelola jalan tol. Petugas di lapangan harus bekerja ekstra keras guna memastikan kelancaran transaksi di gerbang tol agar tidak terjadi antrean panjang. Selain itu, berbagai fasilitas pendukung di sepanjang ruas tol juga dioptimalkan demi kenyamanan para pengguna jalan.

Meskipun terjadi lonjakan besar, arus lalu lintas di GT Warugunung dilaporkan tetap terkendali dengan pengaturan yang tepat. Pihak Jasamarga terus memantau pergerakan kendaraan secara real-time untuk mengantisipasi potensi kemacetan di titik-titik rawan. Koordinasi dengan pihak kepolisian juga terus ditingkatkan untuk menjaga keamanan serta ketertiban selama masa libur nasional ini.

Masyarakat senantiasa diimbau untuk selalu memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan jauh. Penggunaan kartu uang elektronik dengan saldo yang mencukupi juga sangat disarankan guna mempercepat proses transaksi di setiap gerbang tol. Dengan persiapan yang matang, diharapkan perjalanan libur Imlek tahun ini dapat berlangsung aman dan lancar bagi semua pihak.