PORTAL7.CO.ID - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) mengumumkan rencana strategis untuk memperluas cakupan layanan program Angkutan Motor Gratis (Motis) pada penyelenggaraan mudik mendatang. Langkah ini diambil sebagai respons positif terhadap tingginya partisipasi masyarakat dalam program tahun 2026.
Keputusan ini muncul setelah evaluasi pelaksanaan mudik Lebaran 2026 yang berakhir pada Jumat (24/4/2026) menunjukkan capaian signifikan. Program Motis tahun ini berhasil mengangkut 12.419 unit sepeda motor, melampaui target awal sebesar 104,4 persen.
Selain kendaraan roda dua, layanan kereta api khusus ini juga dilaporkan telah mengangkut sebanyak 19.789 penumpang. Stasiun Kutoarjo dan Lempuyangan tercatat menjadi tujuan paling dominan bagi para pemudik yang memanfaatkan fasilitas gratis ini.
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api, Arif Anwar, menggarisbawahi bahwa peningkatan kualitas layanan akan menjadi fokus utama pasca kesuksesan tahun ini. Evaluasi mendalam mengenai efisiensi waktu perjalanan kereta api Motis menjadi salah satu aspek krusial yang akan dikaji.
"Respons masyarakat terhadap program Motis selama ini sangat positif dan antusias. Maka guna meningkatkan kualitas layanan Program Motor Gratis (Motis) ke depan pasca capaian Angkutan Lebaran 2026, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) akan melakukan beberapa langkah peningkatan," ujar Arif Anwar, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api.
Rencana perluasan layanan mencakup penambahan titik pemberhentian kereta api untuk meningkatkan aksesibilitas di area-area yang menunjukkan permintaan tinggi. Kemenhub secara khusus tengah mengkaji kemungkinan pembukaan relasi pulang-pergi (PP) antara Jakarta dan Surabaya.
Namun, pembukaan relasi baru tersebut sangat bergantung pada ketersediaan sarana pendukung, terutama kereta kelas ekonomi dan kereta bagasi yang memadai. "Apabila sarana yang tersedia dinilai memadai, tidak mengganggu pelayanan eksisting, dan sesuai dengan kebutuhan angkutan Lebaran, maka pengembangan relasi tersebut berpotensi untuk direalisasikan guna memperluas jangkauan layanan dan memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Arif Anwar, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api.
Untuk wilayah di luar Jawa, yakni Sumatera, pemerintah berencana melakukan survei mendalam mengenai tingkat kebutuhan layanan. Survei ini akan difokuskan pada area-area kunci seperti Lampung dan Palembang guna memetakan potensi permintaan.
Implementasi layanan di luar Pulau Jawa akan dilakukan dengan sangat hati-hati, memperhatikan kesiapan infrastruktur pendukung yang diperlukan di wilayah tersebut. "Hal ini juga mempertimbangkan berbagai aspek antara lain kesiapan infrastruktur, dukungan sarana prasarana, termasuk skema layanan yang akan diimplementasikan," sebut Arif Anwar, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api.