PORTAL7.CO.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 1 Jakarta tengah menyusun strategi antisipasi lonjakan penumpang arus balik pasca-Idul Fitri 1447 Hijriah. Fokus utama saat ini adalah kesiapan infrastruktur dan operasional menjelang tanggal puncak kepulangan.
Pihak KAI Daop 1 Jakarta memproyeksikan bahwa kedatangan penumpang tertinggi ke wilayah Ibu Kota akan terjadi pada hari Selasa, 24 Maret 2026. Tanggal tersebut bertepatan dengan estimasi H+3 setelah perayaan Idul Fitri tahun tersebut.
Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengonfirmasi adanya tren kenaikan volume penumpang yang sudah mulai terlihat sejak hari pertama setelah Lebaran (H+1). Hal ini menunjukkan pergerakan pemudik mulai masif kembali ke Jakarta.
"Tren peningkatan jumlah penumpang sudah terlihat sejak H+1 Lebaran," ungkap Franoto Wibowo, Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta. Pernyataan ini menggarisbawahi dimulainya fase arus balik lebih awal dari perkiraan semula.
Untuk mengakomodasi lonjakan ini, KAI Daop 1 Jakarta telah mengambil langkah proaktif dengan menyiapkan armada tambahan. Sebanyak 20 perjalanan kereta api ekstra telah disiapkan untuk melayani penumpang yang kembali ke Jakarta.
Selain penambahan kereta, estimasi volume kedatangan penumpang harian juga telah dihitung secara cermat. Angka ini menjadi dasar penentuan alokasi sumber daya operasional selama periode rawan tersebut.
Dijelaskan lebih lanjut bahwa rata-rata volume kedatangan penumpang selama periode satu pekan, yakni 23 hingga 29 Maret, diperkirakan akan mencapai angka signifikan.
"Rata-rata volume kedatangan selama periode 23–29 Maret diperkirakan mencapai 50 ribu orang per hari," ujar Franoto Wibowo. Data ini menunjukkan bahwa kepadatan penumpang akan berlangsung selama beberapa hari pasca-Lebaran.
Informasi mengenai persiapan ini disampaikan dilansir dari bogorplus.id, sebagai bagian dari upaya transparansi pelayanan publik menjelang masa angkutan Lebaran tahun 2026.