PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Kota Palembang mengambil langkah proaktif dengan menetapkan status siaga banjir bagi seluruh perangkat daerah sebagai respons terhadap prediksi cuaca ekstrem dalam beberapa hari mendatang. Instruksi ini bertujuan untuk mengantisipasi serta meminimalisir dampak buruk yang mungkin terjadi pada masyarakat luas.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, secara langsung memberikan perintah kepada jajaran pejabat daerah untuk memastikan kelancaran aktivitas warga dan layanan publik tetap terjaga optimal selama periode siaga ini. Tindakan mitigasi ini melibatkan mobilisasi personel dan memaksimalkan fungsi infrastruktur pendukung di seluruh wilayah kota.
Langkah kesiapsiagaan ini ditegaskan sebagai tanggung jawab mutlak setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam memastikan sarana dan prasarana penanggulangan bencana berfungsi penuh. Hal ini disampaikan sehubungan dengan potensi peningkatan debit air yang dapat memicu genangan di titik-titik rawan.
"Seluruh perangkat daerah harus meningkatkan status kesiapsiagaan. Pastikan personel, peralatan, dan sistem pendukung dalam kondisi siap siaga," tegas Ratu Dewa pada Jumat, 24 April 2026.
Fokus utama pemerintah saat ini adalah normalisasi aliran air guna mengurangi risiko genangan yang sering terjadi di area-area tertentu. Pembersihan sedimentasi dan penanganan sampah yang menyumbat saluran drainase serta sungai menjadi prioritas lapangan mendesak.
"Dinas terkait harus segera bergerak melakukan pembersihan. Jangan sampai aliran air terhambat karena kelalaian kita," ungkap Ratu Dewa mengenai urgensi pembersihan saluran air.
Selain fokus pada infrastruktur fisik, koordinasi antarlembaga juga diperketat, melibatkan unsur eksternal seperti TNI dan Polri untuk mempercepat respons darurat di lapangan. Sinergi ini mencakup kerja sama antara tingkat kecamatan hingga kelurahan.
Pemerintah juga gencar melakukan pemetaan daerah yang rawan terdampak banjir secara intensif guna menyusun rencana evakuasi dini yang efektif. Pemantauan berkala dilakukan di lokasi-lokasi yang secara historis rentan terhadap luapan air.
"Kita harus tahu titik-titik rawan dan melakukan pemantauan secara berkala. Jangan menunggu sampai terjadi banjir baru bertindak," tegas Ratu Dewa mengenai pentingnya tindakan preventif.