PORTAL7.CO.ID - Pertandingan krusial yang mempertemukan PSIM Yogyakarta melawan Persita Tangerang dalam lanjutan Liga 2 akan segera tersaji, di mana PSIM mengusung misi balas dendam atas kekalahan sebelumnya. Momen penting ini sekaligus menjadi ujian berat bagi tim berjuluk Laskar Mataram tersebut.

Namun, ambisi besar untuk meraih kemenangan dan membalas dendam tersebut kini digoyang oleh isu dan kendala yang muncul dari dalam manajemen klub sendiri. Situasi internal yang kurang kondusif ini dikhawatirkan dapat memengaruhi fokus dan performa tim di lapangan.

Duel ini sejatinya menjadi kesempatan emas bagi PSIM untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen sementara kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia. Persita Tangerang diketahui merupakan salah satu lawan yang pernah memberikan kekalahan menyakitkan bagi tim asuhan Seto Nurdiantoro ini.

Akan tetapi, permasalahan di tingkat manajemen disebut-sebut menjadi hambatan signifikan yang menghalangi persiapan maksimal tim jelang laga tandang tersebut. Persoalan ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai stabilitas klub jelang pertandingan penting.

Manajer PSIM Yogyakarta, Erlan Eko Setiawan, secara terbuka menyoroti adanya dinamika internal yang kurang sehat di tubuh manajemen klub saat ini. Hal ini menjadi fokus perhatian utama selain persiapan teknis tim.

"Saat ini kami sedang menghadapi sedikit masalah internal di manajemen, tetapi kami berusaha keras untuk tetap fokus pada persiapan tim," ujar Erlan Eko Setiawan.

Erlan juga menekankan bahwa meskipun ada gejolak di luar lapangan, para pemain dan staf pelatih telah berupaya keras menjaga fokus demi hasil maksimal melawan Persita. Mereka berharap masalah internal ini tidak merembet ke performa skuad.

"Kami berharap semua masalah di manajemen bisa segera terselesaikan agar tim bisa lebih tenang dalam menjalani sisa pertandingan," tambah Erlan Eko Setiawan.

Dikutip dari pemberitaan sebelumnya, kendala internal ini mencakup berbagai aspek yang perlu segera diselesaikan agar tim dapat bergerak maju tanpa beban pikiran. Situasi ini menambah daftar tantangan yang harus dihadapi PSIM di tengah persaingan ketat Liga 2.