PORTAL7.CO.ID - Persaingan sengit memperebutkan gelar juara Liga Inggris musim 2025/2026 kembali memanas setelah Arsenal kehilangan posisi puncak klasemen. Klub berjuluk The Gunners tersebut kini harus merelakan takhta klasemen kepada rival terkuat mereka, Manchester City.

Perubahan posisi puncak ini terjadi setelah Manchester City berhasil mengamankan kemenangan krusial. Pada Kamis, 23 April 2026 dini hari WIB, skuad asuhan Pep Guardiola meraih kemenangan tipis 1-0 saat bertandang ke markas Burnley.

Saat ini, kedua tim tercatat mengoleksi poin yang identik, yaitu 70 angka di papan klasemen sementara. Perbedaan yang membuat City unggul adalah selisih gol yang masih sama di angka +37, namun dengan produktivitas gol yang lebih baik.

Manchester City berhak menempati posisi teratas klasemen sementara karena produktivitas gol mereka yang mencapai 66 gol, sementara Arsenal baru mencatatkan 63 gol. Hal ini memberikan kendali penuh kepada The Citizens untuk menentukan nasib perburuan gelar di sisa musim kompetisi.

Kondisi ini berpotensi membawa Arsenal kembali menanggung beban sejarah kelam mereka sebagai tim yang paling lama memimpin klasemen namun gagal mengangkat trofi juara. Tren negatif ini seolah menjadi bayangan yang terus menghantui klub asal London Utara tersebut dalam beberapa musim terakhir.

Dikutip dari Detik Sport, Arsenal pada musim 2022/2023 sempat memimpin klasemen selama 248 hari sebelum akhirnya kehilangan momentum penting pada delapan pekan terakhir kompetisi. Catatan ini merupakan rekor terlama yang belum terpecahkan.

Pada musim 2025/2026 ini, Arsenal tercatat sudah menghabiskan waktu selama 200 hari di posisi teratas sebelum akhirnya digeser oleh Manchester City. Durasi waktu tersebut menempatkan capaian musim ini masuk dalam daftar tiga besar kegagalan terlama dalam sejarah Premier League.

Statistik menunjukkan bahwa Arsenal mendominasi daftar enam besar catatan buruk ini dengan menyumbang empat kali kegagalan serupa. Selain musim ini dan 2022/2023, kegagalan serupa juga pernah mereka rasakan pada musim 2002/2003 dan 2007/2008.

"Arsenal hobi lama puncaki klasemen Liga Inggris tapi gagal juara," menggarisbawahi kecenderungan historis klub tersebut dalam menghadapi tekanan di fase akhir musim.