PORTAL7.CO.ID - Federasi Otomotif Internasional (FIA) bersama dengan para pemangku kepentingan Formula 1 telah menyelenggarakan serangkaian pertemuan penting pada Selasa, 14 April 2026. Agenda utama diskusi ini adalah meninjau kembali regulasi teknis yang akan diterapkan pada musim 2026, menyusul adanya keluhan serius mengenai aspek keselamatan para pebalap.

Evaluasi mendalam ini secara spesifik menargetkan aturan baru mengenai unit daya hibrida dan keragaman desain komponen aerodinamika yang mulai berlaku tahun depan. Kekhawatiran muncul karena adanya disparitas performa yang signifikan di lintasan balap.

Diskusi ini dipicu oleh kritik tajam terkait pembagian tenaga antara mesin pembakaran internal (ICE) dan sistem listrik yang ditetapkan 50-50. Ketidakseimbangan ini diklaim menciptakan perbedaan kecepatan drastis mencapai 70 km/jam antar mobil di trek.

Kondisi teknis tersebut dilaporkan memaksa para pebalap untuk menerapkan strategi "lift and coast" selama sesi kualifikasi. Selain itu, terjadi fenomena yang disebut "super-clipping", yaitu penurunan kecepatan mendadak ketika baterai dialihkan fungsinya untuk proses pengisian daya.

Masalah teknis ini bukan sekadar isu teoritis, melainkan telah menimbulkan insiden nyata dalam balapan. Contohnya adalah kecelakaan yang dialami Oliver Bearman dari tim Haas saat Grand Prix Jepang, yang dipicu oleh upaya menghindar dari mobil Alpine milik Franco Colapinto yang melambat secara tak terduga.

Kapasitas baterai yang hanya 4 MJ dan habis dalam waktu sekitar 11 detik penggunaan penuh menyebabkan hilangnya tenaga signifikan pada sebagian besar putaran sirkuit. Hal ini meningkatkan risiko di lintasan, terutama pada situasi manuver mendahului.

"Jika keputusan ada di tangan saya, kami jelas perlu melihat bagaimana kami bisa mendapatkan kembali satu lap kualifikasi yang cepat dan brutal, serta bagaimana kami bisa mengurangi lift and coast," ujar Toto Wolff, Kepala Tim Mercedes, sebagaimana dilansir dari ESPN.

Selain isu unit daya, pertemuan tersebut juga membahas keragaman desain aerodinamika pada elemen "floor board" atau deflektor array di bawah regulasi 2026. Dilansir dari PlanetF1, terlihat adanya perbedaan mencolok pada solusi desain antar tim.

Tim seperti Ferrari dan Haas memilih mengadopsi elemen vertikal yang kompleks pada bagian bawah mobil. Kontras dengan itu, McLaren, Aston Martin, dan Williams cenderung menggunakan desain yang menyerupai layar (sail-like) dalam upaya mengelola turbulensi udara yang dihasilkan roda depan.