PORTAL7.CO.ID - Klub Liga Nasional Inggris, Morecambe FC, kini tengah menghadapi bayang-bayang ancaman kepailitan menyusul diterbitkannya petisi pailit oleh salah satu kreditor mereka. Situasi ini menambah panjang catatan kesulitan finansial yang telah dialami klub belakangan ini.

Morecambe FC secara resmi mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima informasi mengenai petisi pailit yang diajukan oleh KPM Groundworks Limited. Utang yang menjadi dasar gugatan ini berasal dari periode sebelum klub diambil alih oleh Panjab Warriors pada Agustus tahun lalu.

Klub menyatakan bahwa mereka sedang aktif menjalin komunikasi intensif dengan pihak pemasok yang mengajukan gugatan beserta perwakilan hukumnya. Tujuannya adalah untuk segera mencapai kesepakatan penyelesaian agar petisi tersebut dapat ditarik kembali secepat mungkin.

"Klub menyatakan telah berkomunikasi dengan pemasok dan perwakilan hukum mereka untuk mencapai kesepakatan agar petisi tersebut ditarik sesegera mungkin," demikian pernyataan resmi Morecambe FC yang dimuat di situs resmi mereka.

Petisi pailit ini merupakan mekanisme hukum yang memungkinkan kreditor mengajukan likuidasi wajib terhadap perusahaan di pengadilan. Jika dikabulkan, langkah ini berpotensi memaksa klub untuk tutup demi melunasi semua kewajiban utang yang tertunda.

Petisi tersebut diajukan pada tanggal 16 Maret oleh KPM Groundworks Ltd., sebuah perusahaan konstruksi yang bergerak di bidang pemeliharaan lapangan olahraga. Informasi ini menggarisbawahi bahwa masalah utang lama masih menghantui klub pasca-akuisisi.

Proses pengambilalihan oleh Konsorsium Panjab Warriors sendiri baru tuntas pada 17 Agustus tahun lalu, bertepatan dengan persetujuan mereka untuk berkompetisi di Liga Nasional. Proses transisi ini ternyata tidak serta merta menghilangkan seluruh beban finansial sebelumnya.

Sebelumnya, Morecambe sempat mengalami penundaan tiga pertandingan awal musim setelah didiskors oleh Liga Nasional akibat tunggakan pembayaran di bawah kepemilikan sebelumnya, Bond Group. Hal ini menunjukkan adanya pola kesulitan keuangan yang berkelanjutan.

Dampak dari masalah di luar lapangan ini juga terasa di performa tim, di mana Morecambe saat ini berada di posisi ke-23 klasemen Liga Nasional. Mereka juga terancam mengalami degradasi kedua kalinya secara beruntun setelah finis di dasar klasemen Liga Dua musim sebelumnya.