PORTAL7.CO.ID - Houston Rockets tengah menghadapi tantangan serius menjelang pertandingan krusial ketiga babak playoff NBA melawan Los Angeles Lakers, yang dijadwalkan pada Jumat, 24 April 2026, di Toyota Center. Krisis ini diperparah dengan kabar mengenai cedera pergelangan kaki baru yang dialami oleh bintang utama tim, Kevin Durant.
Situasi ini menjadi sangat genting karena Rockets saat ini sudah tertinggal 0-2 dalam seri best-of-seven melawan Lakers. Secara historis dalam NBA, belum pernah ada tim yang berhasil membalikkan keadaan setelah mereka tertinggal tiga kemenangan awal dalam sebuah seri playoff.
Lakers berhasil memanfaatkan absennya dua pemain kunci Rockets, Luka Doncic dan Austin Reaves, dengan penampilan impresif dari Luke Kennard. Kennard menunjukkan efisiensi tinggi, terutama melalui akurasi tembakan tiga angkanya yang efektif membongkar pertahanan tim lawan.
Data statistik menunjukkan bahwa kontribusi Kennard dalam satu pertandingan playoff telah melampaui total poin yang dicetak oleh Gabe Vincent selama ia membela Lakers di fase yang sama. Hal ini menggarisbawahi bagaimana Lakers mampu menemukan sumber daya ofensif alternatif di tengah absennya beberapa pemain penting.
Kekalahan Rockets pada gim kedua juga menambah catatan kurang menyenangkan bagi Kevin Durant, yang kini telah menelan tujuh kekalahan beruntun dalam babak playoff sejak 7 Mei 2023. Dalam pertandingan tersebut, Durant berhasil mencetak 23 poin, namun ia kesulitan akibat nine turnover yang disebabkan oleh skema penjagaan ganda Lakers.
Analis NBA, Kendrick Perkins, melayangkan kritik tajam terhadap strategi yang diterapkan oleh pelatih Ime Udoka, menilai Udoka membiarkan Durant terjebak dalam tekanan tanpa dukungan taktik yang memadai. Dikutip dari berbagai sumber, Perkins menyatakan, "Rockets adalah tim terbodoh dan paling egois di babak playoff. Kita bisa menyalahkan Kevin Durant karena sembilan turnover itu. Tapi kita juga menyalahkan Ime Udoka karena menempatkan Kevin Durant di posisi itu, mengetahui bahwa Lakers mengirim dua pemain untuk menjaganya setiap saat dan melakukan double team."
Kritik tersebut sejalan dengan upaya internal tim Rockets untuk meningkatkan agresivitas pemain pendukung agar mampu memberikan ruang gerak yang lebih baik bagi Durant. Jabari Smith Jr., pemain Houston Rockets, menekankan pentingnya peran rekan setimnya dalam situasi ini.
Smith Jr. menambahkan bahwa meskipun Durant terus menerus menjadi target penjagaan ganda, ia tetap harus bisa menemukan celah dalam permainan. Dikutip dari berbagai sumber, Smith Jr. mengatakan, "Ini menjadi sulit, tetapi pada akhirnya, mereka mencoba menghentikannya dan pemain lain harus agresif. Kami harus melakukan pembacaan dan keputusan yang tepat."
Forward Rockets itu juga menegaskan bahwa Durant memiliki tanggung jawab besar untuk tetap memberikan kontribusi terbaiknya meskipun menghadapi penjagaan ketat. Dikutip dari berbagai sumber, Jabari Smith Jr. melanjutkan, "Adalah tugasnya untuk menemukan cara agar tetap terlibat dan mencapai posisinya tanpa terkena double-team. Meskipun dijaga dua orang, kami tetap membutuhkannya untuk menjadi KD."