PORTAL7.CO.ID - Pedro Acosta menjadi sorotan utama dalam dunia MotoGP menyusul performa luar biasa yang ditunjukkannya pada seri pembuka musim 2026 di Sirkuit Buriram, Thailand. Kehadiran pembalap muda ini membawa dinamika baru dalam persaingan kelas utama Grand Prix.
Mantan pembalap Grand Prix asal Jepang, Nobuatsu Aoki, turut memberikan apresiasi mendalam terhadap capaian dan kemampuan teknis yang ditunjukkan oleh Acosta. Pujian ini berfokus pada aspek krusial dalam balap motor kecepatan tinggi.
Menurut pengamatan Aoki, keunggulan utama Acosta saat ini terletak pada fase krusial pengereman menjelang tikungan. Ia secara eksplisit menyatakan bahwa teknik pengereman sang debutan telah melampaui standar yang selama ini ditetapkan oleh Marc Marquez.
"Acosta memiliki teknik pengereman terbaik di grid MotoGP saat ini," ujar Nobuatsu Aoki, sebagaimana dikutip dari ihram.co.id. Pernyataan ini menggarisbawahi betapa tingginya penilaian Aoki terhadap kemampuan Acosta.
Analisis tersebut diperkuat oleh hasil balapan Acosta di Thailand, di mana ia sukses memenangkan Sprint Race dan meraih posisi runner-up di balapan utama. Ia secara konsisten memberikan tekanan signifikan kepada para rival seniornya.
Aoki menambahkan bahwa cara Acosta mengatur motor saat memasuki tikungan menunjukkan bakat alami yang langka. Ia membandingkan potensi Acosta dengan legenda balap masa lalu yang mampu mendominasi motor-motor yang sulit dikendalikan, dilansir dari tribunnews.com.
Namun demikian, Nobuatsu Aoki tetap menempatkan Marc Marquez sebagai pembalap yang superior secara keseluruhan. Ia mengakui bahwa Marquez masih unggul dalam hal kemampuan mengendarai motor secara murni tanpa mengandalkan bantuan perangkat elektronik yang berlebihan.
Hasil di Thailand menempatkan Pedro Acosta memuncaki klasemen sementara MotoGP 2026, kontras dengan Marc Marquez yang gagal finis akibat masalah teknis ban pecah sehingga hanya mengumpulkan sembilan poin.
Performa Acosta juga didukung oleh peningkatan signifikan pada motor KTM RC16 yang digunakannya. Tim insinyur di Mattighofen dilaporkan berhasil mengatasi masalah degradasi ban belakang yang sempat menjadi keluhan utama Acosta, dilansir dari bola.com.