PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini mengumumkan sebuah target energi yang sangat signifikan. Rencananya, Indonesia akan memproduksi listrik dari tenaga surya sebesar 100 gigawatt dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.
Komitmen besar ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo saat menghadiri Japan-Indonesia Forum di Tokyo pada hari Senin, 30 Maret 2026 lalu. Langkah ini dipandang sebagai kebutuhan mendesak untuk menjamin stabilitas pasokan energi di seluruh negeri.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menekankan urgensi dari target ambisius ini demi masa depan energi Indonesia. "Dalam tiga tahun, kami ingin mencapai 100 gigawatt energi surya. Bagi kami, ini mendesak melihat situasi yang ada," kata Prabowo sebagaimana dikutip dari keterangan resmi.
Prioritas utama pemerintah saat ini adalah melakukan transisi cepat menuju pemanfaatan energi matahari untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional. Kebijakan ini merupakan bagian sentral dari agenda reformasi besar-besaran yang sedang digalakkan di berbagai sektor.
Selain transformasi energi, Presiden juga menyoroti fokus pada perbaikan tata kelola pemerintahan yang lebih modern dan efisien. Hal ini dilakukan untuk merespons tuntutan masyarakat akan pemerintahan yang lebih baik.
Presiden Prabowo menegaskan komitmennya terhadap penegakan hukum dan transparansi dalam administrasi negara. "Kami ingin menegakkan supremasi hukum. Rakyat kami menuntut pemerintahan yang baik, bersih, dan efisien," ujar Prabowo.
Fokus kebijakan lainnya adalah penguatan program hilirisasi dan industrialisasi sumber daya mineral Indonesia. Pemerintah bertekad untuk menghentikan ketergantungan pada ekspor bahan mentah tanpa nilai tambah.
Hal ini bertujuan untuk melindungi aset strategis negara demi kepentingan generasi yang akan datang. "Kita tidak bisa lagi puas hanya dengan mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah. Mineral-mineral penting kita adalah aset strategis. Sumber daya mineral kita harus dilindungi demi generasi mendatang," tegasnya.
Dalam konteks global, komitmen terhadap lingkungan juga menjadi sorotan utama dalam diskusi tersebut. Presiden Prabowo mengajak mitra internasional untuk berpartisipasi aktif dalam program reboisasi skala besar di wilayah Indonesia.