PORTAL7.CO.ID - Pertandingan pekan ke-11 Super League musim 2025/2026 antara PSM Makassar melawan Bhayangkara FC dipastikan akan digelar tanpa kehadiran penonton. Keputusan ini diambil oleh aparat kepolisian setempat untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama laga berlangsung.

Keputusan ini berlaku untuk pertandingan yang akan diselenggarakan di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, pada hari Senin, 4 Mei 2026 mendatang. Kepolisian mengambil langkah preventif ini guna menjaga kondusivitas keamanan di wilayah tersebut.

Manajemen klub telah mengonfirmasi pembatasan akses bagi suporter tersebut, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Hal ini menunjukkan adanya koordinasi antara pihak kepolisian dan manajemen tim terkait penyelenggaraan pertandingan.

Media Officer PSM Makassar, Sulaiman Abdul Karim, menyampaikan bahwa pihak berwenang tidak menerbitkan izin keramaian untuk kehadiran publik di tribun stadion. Ini menjadi dasar utama mengapa laga harus digelar secara tertutup.

"Tidak turun izin dengan penonton," ujar Sulaiman Abdul Karim, Media Officer PSM Makassar.

Larangan ini memiliki korelasi kuat dengan jadwal pertandingan yang berdekatan dengan dua momen penting nasional, yaitu Hari Buruh Internasional (Mayday) dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Personel kepolisian akan difokuskan untuk pengamanan di titik-titik konsentrasi massa di Makassar pada peringatan tersebut.

"Karena memang momen yang bertepatan Mayday dan Hardiknas. Di dua momen ini memang personel kepolisian dipertebal di Makassar," kata Sulaiman Abdul Karim.

Keputusan resmi mengenai laga tanpa penonton ini tertuang dalam surat resmi dari Polda Sulsel dengan nomor B/1023/IV/PAM.3.3./2026/Roops, yang telah dikirimkan kepada manajemen PSM Makassar dan Direktur I-League. Surat tersebut menguraikan pertimbangan keamanan sebagai alasan utama.

"Perkembangan situasi Kamtibmas menjelang pertandingan sepak bola Liga 1 BRI Super League antara PSM Makassar VS Bhayangkara FC terdapat beberapa agenda kegiatan pada bulan Mei 2026 baik secara nasional," bunyi surat Polda Sulsel.