PORTAL7.CO.ID - Seorang suporter penyandang disabilitas netra, yang dikenal dengan nama Ade, mendapatkan pengalaman istimewa saat menyaksikan secara langsung pertandingan tim kesayangannya, Persebaya Surabaya. Momen bersejarah ini terjadi di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada hari Sabtu, 2 Mei 2026, ketika Persebaya menjamu PSBS Biak.
Peristiwa ini menjadi pengalaman pertama bagi Ade untuk menikmati secara langsung atmosfer pertandingan Persebaya. Sebelumnya, Ade tercatat pernah mengunjungi stadion untuk mendukung Tim Nasional Indonesia dalam laga internasional, termasuk saat Garuda menghadapi Palestina dan pertandingan Piala Dunia U-17 yang melibatkan Maroko.
Kehadiran Ade di tribun penonton difasilitasi secara khusus oleh pihak penyelenggara pertandingan. Fasilitas pendampingan penerjemah disediakan untuk membantu Ade yang memiliki keterbatasan penglihatan dalam memahami jalannya pertandingan yang berlangsung sengit.
Dilansir dari Detikcom, pendamping tersebut memainkan peran penting dalam mendeskripsikan setiap momen krusial di lapangan. Hal ini memungkinkan Ade untuk turut merasakan ketegangan dan kegembiraan yang dirasakan oleh ribuan pendukung lainnya.
Ade mengungkapkan rasa senangnya atas kesempatan langka ini, yang memungkinkannya untuk merasakan energi stadion secara langsung. "Perasaannya senang. Bisa merasakan langsung suasana pertandingan, itu sangat bagus," ujar Ade.
Ia juga mengapresiasi langkah progresif manajemen klub Persebaya yang telah menunjukkan perhatian terhadap kebutuhan suporter dengan kebutuhan khusus. Menurut pandangannya, aksesibilitas adalah kunci utama untuk kenyamanan suporter penyandang disabilitas.
Ade menekankan bahwa fasilitas yang disediakan oleh klub sangat membantu dan berharap inisiatif ini dapat menjadi contoh bagi klub-klub lain di Indonesia. "Tentunya ini fasilitas dari klub sangat membantu, dan semoga ke depannya bisa diikuti oleh klub-klub lain, bahkan sampai ke Timnas Indonesia," ungkap Ade.
Pengalaman ini bagi Ade lebih dari sekadar menonton pertandingan sepak bola biasa. Ini adalah kesempatan untuk menyerap energi besar yang terpancar dari lautan pendukung di GBT.
Antusiasme yang dirasakan membuat Ade berencana untuk kembali datang ke GBT jika waktu dan kesempatan memungkinkan. "Kalau ada kesempatan lagi, jelas mau nonton lagi," tutup Ade.