PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Sumbawa secara resmi mengumumkan rencana strategis untuk memperpanjang landasan pacu Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin. Perpanjangan yang direncanakan adalah sepanjang 400 meter, menambah panjang runway saat ini yang baru mencapai 1.800 meter.

Langkah infrastruktur ini diambil dengan tujuan utama meningkatkan konektivitas regional dan memberikan dorongan signifikan bagi sektor pariwisata di Kabupaten Sumbawa. Pengembangan ini diharapkan dapat segera terealisasi sebelum masa jabatan kepala daerah saat ini berakhir.

Perpanjangan ini krusial untuk memungkinkan pesawat berbadan lebar, seperti tipe Boeing dan Airbus, dapat melakukan pendaratan dengan aman di wilayah Sumbawa. Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, telah mengonfirmasi bahwa proses pengkajian sedang berjalan intensif mengenai pemetaan lokasi dan perhitungan anggaran pembebasan lahan.

Salah satu kendala utama dalam proyek ini adalah keberadaan pemukiman warga yang akan terdampak langsung oleh perluasan bandara. Kesiapan fiskal daerah menjadi pertimbangan paling mendasar mengingat adanya kebutuhan kompensasi bagi warga yang terdampak.

"Memang kita punya rencana, tetapi kita harus melihat kondisi kelonggaran fiskal untuk pembebasan lahannya, karena banyak juga pemukiman masyarakat yang akan terdampak nantinya," ujar Syarafuddin Jarot, Bupati Sumbawa.

Dilansir dari samawarea.com, diperkirakan ratusan unit rumah warga, termasuk milik tiga orang wartawan, akan memerlukan skema ganti untung yang adil. Pemerintah daerah saat ini sedang melakukan penghitungan dampak sosial dan besaran anggaran secara cermat.

Sebelumnya, pemerintah daerah telah melakukan survei di beberapa lokasi alternatif untuk pembangunan bandara baru, termasuk wilayah Timur, Barat, hingga kawasan Samota. Namun, semua lokasi tersebut dinilai tidak memenuhi standar keselamatan penerbangan.

"Kita sudah melakukan survei di sejumlah titik mulai dari wilayah Timur Sumbawa, Barat hingga kawasan Samota. Tapi kondisinya tidak aman untuk landing dan take off, terutama karena faktor angin. Yang paling aman hanya di lokasi saat ini," jelas Syarafuddin Jarot, Bupati Sumbawa.

Terkait pendanaan konstruksi, Bupati Syarafuddin Jarot menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa akan memprioritaskan alokasi anggaran untuk pembebasan lahan terlebih dahulu. Setelah urusan lahan selesai, barulah pemerintah akan mencari investor atau donatur untuk membiayai pembangunan fisik landasan pacu.