PORTAL7.CO.ID - Oxford United harus menerima kenyataan pahit setelah dipastikan terdegradasi dari divisi Championship menuju League One untuk musim kompetisi mendatang. Kepastian ini terjadi menyusul hasil pertandingan pada hari Sabtu, 25 April 2026, yang tidak menguntungkan bagi tim asuhan Matt Bloomfield tersebut.

Meskipun Oxford United berhasil memenangkan pertandingan kandang melawan Sheffield Wednesday dengan skor meyakinkan 4-1 di Kassam Stadium, kemenangan tersebut sayangnya tidak mampu menyelamatkan mereka dari zona degradasi. Kemenangan ini menjadi sia-sia dalam upaya mempertahankan posisi di kasta kedua sepak bola Inggris tersebut.

Faktor penentu yang menyeret Oxford United turun kasta adalah hasil dari pertandingan tim lain, yakni Charlton Athletic. Charlton berhasil menundukkan Hull City dalam laga yang berakhir dengan skor tipis 2-1 di laga yang berlangsung bersamaan.

Tambahan tiga poin yang berhasil diamankan oleh Charlton Athletic membuat posisi mereka kini aman dari ancaman zona degradasi. Hasil ini secara otomatis menutup segala peluang matematis bagi Oxford United untuk bisa bertahan di Championship musim depan.

Dilansir dari Detikcom, saat ini Charlton Athletic telah mengoleksi total 53 poin. Jumlah poin tersebut sudah tidak mungkin lagi terkejar oleh Ole Romeny dan rekan-rekan setimnya yang tertahan di peringkat ke-22 dengan koleksi 47 poin.

Kompetisi kasta kedua Liga Inggris ini hanya menyisakan satu pertandingan lagi untuk dimainkan oleh seluruh klub peserta. Kondisi ini secara resmi mengakhiri masa tinggal Oxford United di Championship yang telah berlangsung selama dua tahun terakhir.

Pundit dari BBC Radio Oxford, Jerome Sale, memberikan kritik keras terhadap manajemen klub atas serangkaian kesalahan yang dianggap fatal dalam persiapan menghadapi musim ini. Ia menekankan bahwa kegagalan pada fase awal musim menjadi beban yang sulit dipulihkan sepanjang sisa kompetisi.

Jerome Sale menggarisbawahi beberapa faktor penyebab utama kegagalan tim di musim ini. "Tur pramusim yang gagal di Indonesia dan jendela transfer musim panas yang tersendat-sendat mungkin berkontribusi pada awal yang lambat yang tidak pernah bisa dipulihkan oleh United. Pergantian manajerial mungkin juga datang sangat telat," ungkap Sale.

Sale juga secara spesifik menyoroti agenda pramusim klub di Indonesia yang dinilai tidak efektif. Hal ini diperparah dengan cedera yang menimpa pemain kunci asal Indonesia, Ole Romeny, saat berpartisipasi dalam turnamen Piala Presiden 2025.