NEW DELHI, BisnisMarket.com  - Gelombang kecerdasan buatan (AI) bukan hanya mengubah cara perusahaan bekerja. Ia juga mengguncang pasar saham dan memicu kepanikan miliaran dolar. Namun, di balik tekanan itu, tersimpan peluang transformasi yang jauh lebih besar.

Dilansir dari Bloomberg Technoz (17/2), indeks saham perusahaan teknologi informasi (TI) India mengalami tekanan hebat setelah kemunculan teknologi AI generatif terbaru yang dinilai berpotensi mengubah model bisnis tradisional layanan IT global.

Nilai kapitalisasi pasar sektor tersebut dilaporkan menyusut sekitar US$56 miliar atau setara Rp868 triliun (asumsi kurs Rp15.500 per dolar AS). Angka fantastis itu memicu kekhawatiran investor terhadap masa depan industri jasa TI yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi digital India.