PORTAL7.CO.ID - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menunjukkan keseriusan yang mendalam dalam menghadapi tantangan fundamental dunia pendidikan nasional saat ini. Fokus utama adalah mengatasi masalah rendahnya tingkat literasi dan numerasi di kalangan pelajar Indonesia.

Langkah strategis ini diambil setelah kementerian melakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian kompetensi dasar siswa di berbagai jenjang pendidikan. Hasil evaluasi tersebut mengindikasikan adanya kebutuhan mendesak untuk peningkatan signifikan.

Inisiatif terbaru yang diluncurkan berpusat pada pemanfaatan teknologi informasi yang sangat canggih untuk mendukung dan merevolusi proses pembelajaran di sekolah. Hal ini menandai pergeseran paradigma dalam pendekatan pengajaran.

Kemendikdasmen secara spesifik merencanakan implementasi solusi yang berbasis pada kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam ekosistem pendidikan. Teknologi ini diharapkan menjadi katalisator utama perbaikan mutu.

Salah satu teknologi yang akan diandalkan dalam program ini adalah teknik deep learning, sebuah sub-bidang AI yang mampu menganalisis data kompleks secara mendalam. Implementasi ini bertujuan mempersonalisasi pengalaman belajar siswa.

"Kemendikdasmen menunjukkan komitmen kuat dalam mengatasi tantangan literasi dan numerasi di kalangan pelajar Indonesia," dilansir dari JABARONLINE.COM.

Langkah konkret ini diambil menyusul hasil evaluasi yang menunjukkan bahwa capaian kedua kompetensi dasar tersebut masih perlu ditingkatkan secara signifikan, tegasnya.

Fokus utama dari inisiatif terbaru ini adalah pemanfaatan teknologi mutakhir untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah, menunjukkan arah digitalisasi pendidikan ke depan.

Kemendikdasmen berencana mengimplementasikan solusi berbasis kecerdasan buatan, khususnya melalui teknik deep learning, dalam upaya perbaikan sistem pendidikan secara menyeluruh, ujar perwakilan kementerian.