PORTAL7.CO.ID - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), secara resmi telah melantik Mugianto sebagai Ketua Overlanding Jawa Timur. Pelantikan ini berlangsung pada hari Jumat, 24 April 2026, menandai babak baru bagi komunitas tersebut di wilayah Jawa Timur.
Tujuan utama dari pelantikan ini adalah untuk memperkuat upaya promosi destinasi wisata unggulan di Jawa Timur. Kegiatan penjelajahan alam yang menjadi fokus Overlanding diharapkan dapat menarik minat wisatawan dan mendukung sektor pariwisata daerah.
AHY, yang juga merupakan pendiri Overlanding Indonesia, menyampaikan harapan agar kepengurusan baru di bawah komando Mugianto dapat secara aktif memperkenalkan kekayaan alam nusantara kepada khalayak luas. Langkah ini diharapkan mampu memberikan dorongan signifikan bagi pariwisata berkelanjutan di Jawa Timur.
"Overlanding Indonesia merupakan bagian dari komunitas yang ingin terus menjelajah alam Indonesia yang begitu indah, dari Aceh hingga Papua," kata AHY dalam keterangannya pada Jumat (24/4/2026).
Selain fokus pada aspek pariwisata dan otomotif, AHY juga mengingatkan bahwa komunitas ini memegang tanggung jawab sosial yang penting. Ia menekankan bahwa peran anggota tidak hanya sebatas hobi perjalanan, tetapi juga harus menyentuh aspek kemanusiaan.
"Kami ingin menjadi bagian dari upaya misi kemanusiaan tersebut," tambahnya, menegaskan komitmen sosial organisasi di bawah naungannya.
Mugianto, Ketua Overlanding Jawa Timur yang baru dilantik, menyambut baik tugas barunya dengan optimisme tinggi. Ia berkomitmen penuh untuk memajukan potensi ekonomi lokal melalui eksplorasi daerah-daerah yang belum terjamah.
Dilansir dari Detikcom, Mugianto menjelaskan bahwa eksplorasi ke daerah terpencil dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat setempat yang tinggal di kawasan tersebut.
Lebih lanjut, Mugianto menegaskan bahwa komunitas Overlanding memiliki peran krusial dalam misi kemanusiaan, terutama saat terjadi bencana alam. Kendaraan khusus yang dimiliki komunitas ini dianggap penting untuk menembus medan ekstrem di wilayah terdampak bencana yang sulit dijangkau.