PORTAL7.CO.ID - Petenis tunggal putri peringkat dua dunia, Elena Rybakina, tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan signifikan pada Madrid Open 2026. Ia harus segera beradaptasi setelah baru saja menyelesaikan partisipasinya dalam turnamen indoor di Stuttgart pada Kamis, 23 April 2026.

Rybakina menjadwalkan proses aklimatisasi sesegera mungkin karena akan langsung bertanding menghadapi Elena-Gabriela Ruse di babak pertama turnamen tersebut. Perbedaan signifikan antara lapangan yang berbeda menjadi fokus utama perhatian sang atlet Kazakhstan ini.

Adaptasi fisik menjadi prioritas utama Rybakina mengingat karakteristik lapangan tanah liat di Madrid yang cenderung memiliki kecepatan lebih tinggi dibandingkan lapangan indoor Stuttgart. Pergeseran permukaan ini menuntut penyesuaian signifikan dalam ritme dan waktu permainan.

Dikutip dari media, mengenai tantangan tersebut, Rybakina menyampaikan bahwa perpindahan dari turnamen indoor ke lapangan terbuka membutuhkan waktu adaptasi. "Sulit datang dari turnamen indoor, lapangan tanah liat di sana berbeda dan di sini sangat cepat. Anda perlu waktu untuk beradaptasi," ujar Elena Rybakina, petenis peringkat dua dunia.

Petenis yang meraih gelar juara Stuttgart Open ini berharap dapat memaksimalkan sisa waktu persiapan yang ada untuk mengasah performanya di kompetisi mendatang. Rybakina memiliki ambisi besar untuk melaju sejauh mungkin dalam ajang bergengsi ini.

Ia melanjutkan harapannya terkait persiapan yang akan datang di Madrid, "Saya akan memiliki beberapa hari lagi dan semoga saya bisa memainkan beberapa pertandingan di sini. Saya berharap untuk tampil lebih baik dan lebih baik, kita lihat saja bagaimana hasilnya. Saya harus katakan, ini akan menjadi tantangan," lanjut Elena Rybakina.

Kemenangan Rybakina atas Karolina Muchova di final Stuttgart Open menandai koleksi kemenangan ke-25 bagi dirinya dalam WTA Tour sepanjang musim 2026 sejauh ini. Konsistensinya terlihat menonjol, mengingat ia hanya mencatatkan tiga kekalahan di luar pertandingan melawan Aryna Sabalenka sepanjang tahun ini.

Secara statistik, Rybakina memiliki rekam jejak yang mengesankan di lapangan tanah liat dengan persentase kemenangan mencapai 74 persen. Angka ini menunjukkan bahwa permukaan tanah liat lebih menguntungkan baginya dibandingkan lapangan rumput maupun lapangan keras, di mana ia telah mengumpulkan lima gelar WTA.

Prestasi terbesarnya di permukaan tanah liat terjadi saat ia berhasil menjuarai Italian Open 2023. Pada turnamen Masters tersebut, ia sukses menundukkan beberapa pemain top dunia, termasuk Iga Swiatek, Jelena Ostapenko, dan Marketa Vondrousova, untuk meraih gelar juara.