Cimahi, MAHATVA.ID – Di balik hijaunya kawasan bekas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hari ini, tersimpan salah satu tragedi lingkungan paling kelam dalam sejarah Indonesia. Tepat 21 Februari 2005, ledakan dahsyat mengguncang TPA Leuwigajah dan mengubah gunungan sampah menjadi gelombang maut.
Selama bertahun-tahun, TPA ini menjadi ruang bertahan hidup bagi para pemulung dari wilayah Bandung Raya. Dari tumpukan limbah setinggi puluhan hingga ratusan meter, mereka mencari plastik, botol, logam, dan barang bekas lain demi menyambung hidup.
Namun, di balik aktivitas rutin itu, ancaman perlahan terakumulasi. Gas metana terperangkap dalam lapisan sampah yang terus menumpuk, menciptakan tekanan yang sewaktu-waktu dapat meledak.