Suasana religius menyelimuti wilayah Bengkulu saat masyarakat bersiap menyambut waktu berbuka puasa pada Minggu, 22 Februari 2026. Aktivitas di berbagai sudut kota mulai melambat seiring dengan meningkatnya antusiasme warga dalam mempersiapkan hidangan takjil bersama keluarga. Informasi mengenai jadwal Magrib menjadi pencarian krusial bagi umat Muslim di Bumi Rafflesia untuk memastikan ketepatan waktu ibadah mereka.

Berdasarkan data resmi yang dihimpun, waktu berbuka puasa atau Magrib untuk wilayah Kota Bengkulu jatuh pada pukul 18.34 WIB. Sebelum itu, umat Muslim telah memulai ibadah sejak waktu Imsak pada pukul 04.52 WIB dan Subuh pada pukul 05.02 WIB. Rangkaian jadwal harian ini kemudian ditutup dengan pelaksanaan salat Isya yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 19.43 WIB.

Perbedaan waktu juga terjadi di beberapa kabupaten penyangga seperti Bengkulu Tengah dan Bengkulu Utara yang masing-masing memasuki waktu Magrib pada 18.33 WIB dan 18.34 WIB. Wilayah terjauh seperti Mukomuko mencatatkan waktu berbuka pada pukul 18.37 WIB, sedangkan Kabupaten Kaur menjadi yang tercepat yakni pukul 18.30 WIB. Variasi waktu ini dipengaruhi oleh letak geografis masing-masing daerah yang tersebar di sepanjang pesisir barat Sumatra.

Sebagai ibu kota provinsi dengan penduduk Muslim mencapai lebih dari 370 ribu jiwa, dinamika Ramadan di Bengkulu terasa sangat kental setiap harinya. Masjid-masjid di sepanjang kawasan pesisir hingga permukiman padat terlihat jauh lebih ramai dibandingkan hari biasanya untuk melaksanakan ibadah. Tradisi berburu kuliner berbuka puasa tetap menjadi pemandangan ikonik yang menggerakkan roda ekonomi lokal di setiap sore hari.

Mengutip laporan dari laman detik.com, jadwal imsakiyah ini disusun agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tertib dan terorganisir. Akurasi waktu sangat ditekankan mengingat pentingnya momen transisi dari menahan lapar menuju waktu berbuka yang dinanti-nantikan. Pihak terkait senantiasa mengimbau warga untuk merujuk pada jadwal resmi guna menghindari kekeliruan dalam menjalankan rangkaian ibadah wajib.

Selain memperhatikan ketepatan waktu, menjaga kondisi fisik selama bulan suci juga menjadi prioritas utama bagi para jamaah di Bengkulu. Masyarakat disarankan untuk mengawali berbuka dengan air putih dan buah kurma guna memulihkan energi tubuh secara bertahap. Hindari konsumsi makanan berat secara berlebihan atau gorengan berminyak agar sistem pencernaan tetap nyaman setelah seharian penuh berpuasa.

Dengan tersedianya jadwal imsakiyah yang komprehensif, diharapkan kekhusyukan ibadah Ramadan di seluruh wilayah Bengkulu tetap terjaga dengan optimal. Masyarakat diharapkan terus memantau pembaruan waktu salat yang sesuai dengan koordinat lokasi tempat tinggal masing-masing. Kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat dan disiplin waktu menjadi kunci utama dalam meraih keberkahan di bulan suci ini.