PORTAL7.CO.ID - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat memberikan perhatian khusus terhadap tren positif aktivitas membaca di kalangan Generasi Z pada Kamis (23/4/2026). Fenomena ini dipandang sebagai momentum penting untuk membangkitkan kembali budaya literasi di tanah air.
Berdasarkan hasil riset lembaga survei Jakpat pada semester kedua 2025, tingkat minat baca penduduk usia 14 hingga 29 tahun berhasil menyentuh angka 26 persen. Data tersebut menunjukkan bahwa anak muda Indonesia mulai menunjukkan ketertarikan yang lebih tinggi terhadap aktivitas literasi.
Angka capaian Gen Z tersebut melampaui kelompok usia lainnya, di mana generasi Milenial tercatat sebesar 20 persen dan Gen X hanya berada di angka 18 persen. Data perbandingan lintas generasi yang cukup signifikan ini dilansir dari Detikcom.
"Peningkatan minat baca di kalangan generasi muda ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan berbagai langkah strategis agar berkelanjutan dan pada akhirnya mampu meningkatkan literasi masyarakat Indonesia," ujar Lestari Moerdijat.
Lestari menilai adanya pergeseran gaya hidup di kalangan pemuda yang kini mulai memilih aktivitas pengisian waktu luang dengan kegiatan yang lebih berkualitas. Namun, ia memberikan catatan penting bahwa tingginya frekuensi membaca harus diiringi dengan kemampuan pemahaman literasi yang mendalam.
Salah satu solusi yang ditawarkan untuk menjaga tren ini adalah pengaktifan kembali berbagai komunitas baca, baik secara fisik maupun digital. Langkah ini diharapkan mampu memicu lahirnya diskusi kritis serta resensi buku yang tumbuh secara organik di ruang publik.
Sektor pendidikan formal, mulai dari sekolah hingga perguruan tinggi, turut diminta untuk melakukan transformasi dalam pola pembelajaran. Kurikulum diharapkan tidak sekadar mewajibkan membaca, tetapi juga melatih kemampuan siswa dalam mengolah dan mengkritisi informasi.
Faktor aksesibilitas dan keterjangkauan harga buku juga menjadi poin krusial dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif. Lestari mendorong kebijakan konkret seperti penghapusan pajak buku dan pemberian keringanan harga kertas untuk memperluas jangkauan bahan bacaan.
"Dengan sejumlah langkah tersebut, momentum 26% Gen Z yang aktif membaca tidak hanya menjadi angka statistik, tetapi fondasi bagi terciptanya ekosistem literasi nasional yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan," pungkas Lestari Moerdijat.