PORTAL7.CO.ID - Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, secara resmi menutup program Dana Alokasi Khusus Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (DAK TPPKT) 2025 di Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren, pada Rabu (15/4/2026). Langkah ini menjadi bukti keberhasilan pemerintah daerah dalam mengentaskan salah satu titik kawasan kumuh yang terdata di wilayah tersebut.
Program penataan ini dilakukan secara komprehensif melalui kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Fokus utamanya meliputi perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta konsolidasi tanah guna membuka akses infrastruktur publik yang lebih luas bagi masyarakat, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Tercatat sebanyak 20 unit rumah warga masuk dalam skema konsolidasi lahan dalam proyek ini. Beberapa hunian tersebut harus dibangun ulang dari nol karena kondisi bangunan sebelumnya yang sudah sangat memprihatinkan dan tidak layak untuk ditempati.
"Kurang lebih ada 20 rumah yang mendapatkan program konsolidasi tanah. Beberapa di antaranya dibangun dari awal dengan bantuan sekitar Rp50 juta dari pemerintah pusat melalui DAK," kata Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati.
Dalam pelaksanaannya, tim terpadu yang terdiri dari Bappeda, Dinas PUPR, DLHKP, BPBD, hingga PDAM bekerja sama secara intensif. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Kediri, Anang Kurniawan, menjelaskan bahwa strategi yang digunakan adalah pendekatan multisektoral.
"Penanganannya tidak hanya satu kegiatan, tapi berbagai intervensi yang dilakukan bersama dalam satu kawasan," kata Anang Kurniawan.
Dari total hunian yang diperbaiki, 12 unit rumah merupakan bangunan baru yang dibiayai dana pusat, sementara 8 unit lainnya masuk kategori peningkatan kualitas. Empat unit di antaranya mendapatkan sokongan dana dari APBD Kota Kediri guna memastikan seluruh warga di area tersebut terakomodasi.
Selain perbaikan rumah, proyek ini juga menyentuh pembangunan jalan lingkungan menggunakan material paving dan sistem drainase untuk mencegah banjir. Warga kini juga menikmati 74 sambungan air minum baru serta fasilitas sanitasi berupa MCK dan septic tank yang lebih higienis.
"Penanganan tidak hanya menghilangkan kekumuhan, tetapi juga mempercantik kawasan," tambah Anang Kurniawan.