PORTAL7.CO.ID - Universitas Pakuan (Unpak) menunjukkan langkah signifikan dalam menjaga standar mutu pendidikan profesi di Indonesia. Upaya ini dibuktikan dengan keberhasilan mereka menyelenggarakan Uji Kompetensi Nasional Peserta Didik Profesi Apoteker (UKOMNAS PDPA) secara mandiri.

Penyelenggaraan ujian berskala nasional ini berlangsung pada tahun 2026 sebagai bagian dari proses sertifikasi bagi para calon apoteker. Langkah mandiri ini mencerminkan kesiapan infrastruktur dan manajemen akademik yang dimiliki oleh universitas tersebut dalam memenuhi standar nasional.

Dilansir dari Jabaronline.com, pelaksanaan ujian ini mencakup dua metode evaluasi utama, yaitu Computer Based Test (CBT) dan Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Kedua metode ini dirancang untuk menguji kemampuan teoretis sekaligus keterampilan klinis para peserta secara komprehensif.

Gedung FMIPA 1 dan Gedung FMIPA 2 Universitas Pakuan dipilih sebagai lokasi utama untuk memfasilitasi seluruh rangkaian ujian tersebut. Pemilihan lokasi ini memastikan bahwa sarana laboratorium dan teknologi informasi yang dibutuhkan tersedia secara optimal bagi seluruh peserta.

Sebanyak 38 peserta yang tergabung dalam Angkatan 1 Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) mengikuti tahapan ujian ini dengan penuh antusiasme. Keikutsertaan mereka menjadi tonggak sejarah bagi program studi tersebut dalam melahirkan tenaga kesehatan yang memiliki daya saing tinggi.

Penyelenggaraan secara mandiri ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan representasi dari komitmen institusi dalam mencetak lulusan berkualitas tinggi. Hal ini sejalan dengan tuntutan dunia kerja di sektor farmasi yang memerlukan standar keahlian dan integritas yang sangat ketat.

"Keberhasilan penyelenggaraan UKOMNAS secara mandiri ini merupakan bukti nyata dari komitmen universitas dalam meningkatkan mutu pendidikan profesi dan mencetak lulusan berkualitas," ujar perwakilan Universitas Pakuan sebagaimana dilansir dari Jabaronline.com.

Melalui pencapaian ini, Universitas Pakuan diharapkan dapat terus konsisten dalam mengembangkan kurikulum serta fasilitas pendukung lainnya. Langkah strategis ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap lulusan apoteker siap menghadapi tantangan dinamis di industri kesehatan global.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Jabaronline. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.