PORTAL7.CO.ID - Tenaga pendidik di SMAN 3 Takalar kini memiliki cara tersendiri untuk menjaga keseimbangan antara beban kerja profesional dan kebutuhan batin. Melalui kelompok pengajian khusus, para guru dan staf aktif menjalankan program pengembangan diri yang berfokus pada penguatan sisi religius.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan kerja yang tidak hanya mengutamakan prestasi akademik, tetapi juga kematangan spiritual. Langkah strategis tersebut diwujudkan dalam bentuk program daurah rutin yang diselenggarakan di lingkungan sekolah secara berkala.

Dilansir dari Jabaronline.com, program ini dirancang sebagai sarana efektif untuk memperdalam keilmuan agama bagi seluruh elemen pendidik di sana. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa tugas mengajar tetap berjalan selaras dengan peningkatan kualitas spiritual individu masing-masing peserta.

Dalam pelaksanaannya, para peserta diajak untuk mendalami berbagai pemahaman keagamaan secara lebih komprehensif dan mendalam. Kajian-kajian yang dihadirkan tidak hanya bersifat teoritis, namun juga menyentuh aspek praktis yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu pilar utama dari kegiatan daurah ini adalah pelaksanaan kajian Al-Qur’an yang dilakukan secara intensif dan berkelanjutan. Program ini bertujuan untuk mendekatkan para guru dengan kitab suci di sela-sela kesibukan administrasi dan kegiatan belajar mengajar yang padat.

"Fokus utama dari agenda rutin ini adalah untuk memperdalam pemahaman agama serta menyelenggarakan kajian Al-Qur’an yang dilakukan secara intensif bagi seluruh staf," ujar pihak SMAN 3 Takalar.

Selain aspek pemahaman, para peserta juga mendapatkan bimbingan teknis mengenai perbaikan kualitas bacaan atau ilmu tahsin. Hal ini sangat penting untuk memastikan setiap tenaga pendidik memiliki standar bacaan yang baik dan benar sesuai dengan kaidah tajwid yang berlaku.

Program ini juga memberikan perhatian khusus pada penguatan hafalan ayat-ayat pendek, terutama yang terdapat dalam juz 30. Dengan bimbingan yang teratur, para guru diharapkan mampu meningkatkan jumlah serta kualitas hafalan mereka secara bertahap namun tetap konsisten.

"Seluruh peserta juga diberikan bimbingan teknis untuk memperbaiki kualitas bacaan serta memperkuat hafalan Al-Qur'an mereka, terutama pada target juz 30," kata perwakilan kelompok pengajian tersebut.