PORTAL7.CO.ID - Wali Kota Makassar, Munafri 'Appi' Arifuddin, secara resmi menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah kota untuk bersiap menghadapi ancaman krisis air bersih akibat fenomena El Nino 'Godzilla'. Langkah strategis ini dibahas dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Balai Kota Makassar pada Kamis, 16 April 2026.
Upaya kesiapsiagaan ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap potensi musim kemarau panjang yang diprediksi akan melanda wilayah Sulawesi Selatan. Dilansir dari Detikcom, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kini ditunjuk sebagai koordinator utama untuk memastikan ketersediaan serta kelancaran distribusi pasokan air bagi warga.
"Ke depan akan dikomandoi di BPBD menjadi aktor utama untuk memastikan seluruh proses berjalan, termasuk ketersediaan dan distribusi air. Jangan hanya merencanakan, tapi saat eksekusi perlu. Ini akan saya kontrol langsung," tutur Munafri Arifuddin, Wali Kota Makassar.
Wali Kota menekankan agar skenario penanganan disusun secara mendalam hingga menyentuh aspek teknis terkecil, seperti kesiapan armada pengangkut dan mekanisme pembagian air di lapangan. Hal ini bertujuan agar dampak berantai, terutama pada sektor kesehatan dan aktivitas pendidikan, dapat diminimalisir secara efektif.
"Harus dipikirkan dampaknya, penyakit bisa meningkat, aktivitas di sekolah dan fasilitas kesehatan terganggu, maka semua jajaran SKPD dan camat antisipasi," tegas Munafri Arifuddin, Wali Kota Makassar.
Selain fokus pada distribusi fisik, Munafri juga menyoroti pentingnya sistem komunikasi yang efektif antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Koordinasi yang solid sangat diperlukan agar tidak muncul kepanikan di tengah masyarakat akibat penyebaran informasi yang simpang siur.
"Simulasi tidak boleh lagi bersifat biasa, harus detail. Kalau ada wilayah kekurangan air, kita sudah tahu berapa menit air sampai, siapa yang antar, dan bagaimana dibagikan," imbuh Munafri Arifuddin, Wali Kota Makassar.
Pemerintah kota juga mewaspadai peningkatan risiko kebakaran lahan serta munculnya penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan dehidrasi selama suhu panas ekstrem berlangsung. Munafri mengingatkan jajarannya agar tidak lengah dalam memantau kondisi kesehatan warga di wilayah terdampak.
"Ini harus kita antisipasi sejak dini," tegas Munafri Arifuddin, Wali Kota Makassar.