PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa terus melakukan langkah nyata dalam mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem di wilayahnya. Pada Sabtu (18/4/2026), pemerintah daerah merealisasikan program bedah rumah bagi 450 unit hunian warga kurang mampu agar menjadi lebih layak dan sehat.

Inisiatif ini merupakan bagian dari program prioritas bertajuk Gowa Sejahtera yang bertujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat Sulawesi Selatan. Dilansir dari Detikcom, langkah ini terlaksana berkat sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Gowa, serta dukungan sektor swasta.

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, turun langsung meninjau lokasi penerima bantuan di Kelurahan Tombolo, Kecamatan Somba Opu. Kehadiran pimpinan daerah ini sekaligus untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan memberikan dampak langsung bagi warga.

"Program ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Gowa untuk menghadirkan tempat tinggal yang layak, sehat, dan aman bagi masyarakat yang membutuhkan," ujar Sitti Husniah Talenrang.

Secara teknis, pendanaan 450 rumah tersebut berasal dari berbagai skema kolaborasi yang terintegrasi. Sebanyak 62 unit didukung oleh pengembang, 37 unit dari Baznas Gowa, 19 unit melalui program Orang Tua Asuh (OTA), dan 332 unit dari Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

"Mudah-mudahan ini terus didukung oleh semua kalangan di Kabupaten Gowa bahkan dari luar. Kami mengajak semuanya untuk bergotong-royong, dan saling berkontribusi, berkolaborasi untuk Gowa maju," kata Sitti Husniah Talenrang.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Gowa, Abdullah Sirajuddin, menjelaskan bahwa perbaikan ini tidak hanya soal fisik bangunan. Fokus utama juga mencakup aspek kesehatan seperti perbaikan sanitasi dan ventilasi udara.

"Bedah rumah ini bertujuan untuk membantu keluarga keluar dari status kemiskinan ekstrem guna mencapai target Zero Percent di Kabupaten Gowa," kata Abdullah Sirajuddin.

Sumber pendanaan utama untuk program Rumah Layak Huni Baznas (RLHB) berasal dari pengelolaan zakat, infak, dan sedekah para ASN di lingkungan Pemkab Gowa. Selain itu, pihak swasta turut berkontribusi aktif melalui penyaluran material bangunan serta pembiayaan penuh lewat dana tanggung jawab sosial perusahaan.