Bisnis properti khususnya kos-kosan terus menunjukkan tren positif sebagai instrumen investasi yang sangat menjanjikan di Jakarta. Permintaan hunian sewa tetap tinggi terutama di kawasan yang berdekatan dengan pusat aktivitas ekonomi dan pendidikan. Para investor kini mulai melirik potensi besar ini untuk mendapatkan pendapatan pasif yang stabil dalam jangka panjang.

Pengamat properti Steve Sudijanto memberikan pandangannya mengenai prospek cerah bisnis kos-kosan pada awal tahun 2026 ini. Menurutnya, keberhasilan bisnis ini sangat bergantung pada ketepatan investor dalam memilih lokasi pembangunan properti. Faktor kedekatan dengan fasilitas publik menjadi penentu utama daya tarik bagi calon penyewa di wilayah ibu kota.

Jakarta sebagai pusat bisnis dan pendidikan nasional menciptakan kebutuhan hunian yang masif bagi pekerja serta mahasiswa. Fenomena ini menjadikan sektor properti sewa sebagai ladang investasi yang tidak pernah sepi peminat meski kondisi ekonomi fluktuatif. Oleh karena itu, perencanaan yang matang diperlukan agar aset properti dapat memberikan imbal hasil yang maksimal.

Steve Sudijanto menekankan pentingnya konsep Transit Oriented Development (TOD) dalam pengembangan bisnis kos-kosan modern. Ia menyarankan agar lokasi properti berada dalam radius maksimal dua kilometer dari akses transportasi umum utama. Fasilitas transportasi yang dimaksud mencakup moda transportasi massal seperti LRT, MRT, hingga jaringan TransJakarta.

Pemilihan lokasi yang strategis di lingkungan perkantoran dan kampus akan menjamin tingkat okupansi yang tinggi sepanjang tahun. Strategi ini meminimalisir risiko kekosongan kamar yang sering menjadi kendala utama bagi para pemilik kos-kosan. Kedekatan dengan akses transportasi juga meningkatkan nilai jual serta harga sewa properti tersebut secara signifikan.

Selain faktor lokasi, aspek renovasi dan pemanfaatan modal pada properti yang sudah ada juga menjadi perhatian serius para investor. Transformasi bangunan lama menjadi hunian yang lebih modern dan fungsional kini menjadi tren baru di tengah keterbatasan lahan. Pendekatan ini dianggap lebih efisien dibandingkan membangun gedung baru dari nol di tengah area perkotaan.

Secara keseluruhan, bisnis kos-kosan di Jakarta tetap menjadi pilihan investasi yang menguntungkan jika dikelola dengan strategi yang tepat. Fokus pada aksesibilitas dan kebutuhan pasar akan memastikan keberlanjutan bisnis dalam jangka waktu yang lama. Dengan perencanaan lokasi yang cermat, investor dapat meraup keuntungan maksimal dari sektor properti ini.