PORTAL7.CO.ID - AC Monza mencatatkan hasil gemilang dalam lanjutan kompetisi Serie B dengan menundukkan tuan rumah Sampdoria. Bertanding di Stadion Luigi Ferraris pada Jumat, 17 April 2026, tim tamu berhasil pulang dengan poin penuh setelah menang tiga gol tanpa balas.
Dominasi I Brianzoli sudah terlihat sejak peluit pertama dibunyikan melalui skema serangan yang sangat terukur dan efektif. Patrick Cutrone membuka keunggulan pada menit kelima, yang kemudian disusul oleh gol Giuseppe Caso di menit ke-13 untuk memperlebar jarak sebelum turun minum.
Memasuki penghujung babak kedua, Andrea Petagna yang masuk sebagai pemain pengganti memastikan kemenangan timnya lewat aksi individu yang menawan. Gol indah yang ia cetak pada menit ke-85 menjadi penutup pesta gol Monza sekaligus mengamankan posisi mereka di papan atas klasemen.
"Lini pertahanan Sampdoria, terutama bek Di Pardo, terlihat sangat kesulitan dalam mengawal pergerakan lincah Giuseppe Caso sepanjang pertandingan," dilansir dari ulasan pascapertandingan Calciomercato.com.
"Kesalahan fatal juga dilakukan oleh Abildgaard yang dianggap bertanggung jawab atas gol pembuka karena gagal memenangkan duel udara krusial melawan Delli Carri sebelum bola jatuh ke kaki penyerang lawan," tulis analisis dari Calciomercato.com.
Lini tengah Sampdoria yang dikomandani oleh Esposito juga menjadi sorotan karena dianggap kurang maksimal dalam meredam agresivitas lawan. Transisi dari menyerang ke bertahan yang lambat membuat Monza dengan mudah mengeksploitasi ruang kosong di area pertahanan tuan rumah.
Pelatih Lombardo sebenarnya telah berupaya mengubah keadaan dengan melakukan pergantian formasi dan memasukkan tenaga baru di babak kedua. Namun, rapatnya barisan pertahanan Monza membuat upaya dari Brunori dan rekan-rekannya selalu menemui jalan buntu hingga laga usai.
Keberuntungan tampaknya memang tidak berpihak pada Il Samp dalam laga di Marassi kali ini meski sempat memberikan perlawanan sengit. Statistik mencatat peluang emas dari Pierini dan Brunori hanya berakhir dengan membentur tiang gawang, sementara Monza tampil jauh lebih klinis.
Penampilan kiper Martinelli patut diapresiasi karena melakukan beberapa penyelamatan krusial di babak kedua untuk mencegah skor menjadi lebih mencolok. Meski demikian, ia tetap tidak berdaya membendung tembakan akurat Petagna yang mengunci hasil akhir pertandingan tersebut.