PORTAL7.CO.ID - Eberechi Eze, penyerang yang kini membela Arsenal, menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menghadiri pertemuan khusus bersama London Women’s Chess Club di Cafe 1001, London Timur. Kehadiran pemain tim nasional Inggris tersebut bertujuan untuk mempromosikan inklusi catur bagi perempuan sekaligus menarik minat generasi muda melalui kolaborasi dengan yayasan Chess in Schools.
Eze berpartisipasi aktif dalam acara bertajuk Knight Club yang diselenggarakan sebagai bagian dari kampanye Eze Foundation. Kegiatan ini menjadi momen istimewa bagi para anggota klub catur asal King’s Cross untuk beralih sejenak dari lokasi rutin mereka di Perpustakaan Pancras Square guna merasakan atmosfer pertandingan yang berbeda.
"Sangat bagus melihat adanya olahragawan yang menyukai catur, dan kami merasa terhormat diundang oleh Chess in School Charity serta Malcolm Pein untuk mendukung gerakan ini sekaligus klub kami sendiri," ujar Zoya Boozorginia.
Dalam interaksinya di lokasi, Eze menyempatkan diri berdialog mengenai kegemarannya bermain catur yang telah ia tekuni selama beberapa tahun terakhir. Sosok penyerang tersebut dinilai sangat ramah saat berinteraksi dengan komunitas pemain wanita, meskipun acara berlangsung di tengah suasana lokasi yang menyerupai kelab malam.
"Kami berkesempatan untuk bertemu dengannya, dia sosok yang sangat keren dan bersikap sangat baik ketika saya memberitahunya bahwa kami berasal dari London Women’s Chess Club," kata Zoya Boozorginia.
Meskipun harus menghadapi lawan dengan peringkat tinggi yang hampir mencapai gelar grandmaster, Eze tetap menunjukkan semangat bertanding di hadapan para penonton. Dilansir dari asatunews.co.id, keterlibatan tokoh publik seperti dirinya dianggap sangat krusial dalam memperluas jangkauan gerakan inklusi bagi perempuan dan anak-anak.
"Dia hanya bermain catur dengan seseorang yang memiliki peringkat sangat tinggi dan terus mengalami kekalahan tanpa peluang menang, namun hal itu sama sekali tidak menjadi masalah bagi Eze," kata Zoya Boozorginia.
Suasana acara yang bising dan dipenuhi oleh kaum muda menjadi daya tarik tersendiri untuk mengubah citra konvensional permainan catur yang biasanya identik dengan kesunyian. Dilansir dari koranmanado.co.id, pemilihan lokasi yang unik tersebut terbukti efektif dalam menyatukan audiens baru dari generasi remaja dan dewasa muda.
"Kami mendukung pihak lain yang tertarik pada catur dan bagi saya sangat penting untuk terhubung dengan sesama pegiat, apalagi Eze yang berada di level menengah melakukan tugasnya dengan baik melawan pemain yang hampir mencapai grandmaster," ujar Zoya Boozorginia.