PORTAL7.CO.ID - Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor baru-baru ini memberikan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja para camat sepanjang tahun 2025, bertepatan dengan pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ). Evaluasi tersebut mencakup apresiasi terhadap capaian administratif sekaligus kritik tajam terhadap kondisi fasilitas di tingkat akar rumput.

Rapat kerja pembahasan LKPJ 2025 ini dilaksanakan di ruang rapat Komisi I DPRD Kota Bogor pada hari Rabu, 22 April 2026. Dalam forum tersebut, dibahas bagaimana realisasi anggaran di tingkat kecamatan telah menunjukkan performa yang cukup baik dari segi pencairan dana.

Dilansir dari Detikcom, secara umum, rata-rata penyerapan anggaran untuk wilayah kecamatan di Kota Bogor diklaim telah mencapai angka yang memuaskan, yaitu sekitar 95 persen. Angka ini menunjukkan efisiensi dalam proses administrasi keuangan di jajaran camat.

Meski demikian, Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor, Sugeng Teguh Santoso (STS), menegaskan bahwa tingginya persentase penyerapan anggaran tidak boleh menutupi adanya kendala teknis yang signifikan di lapangan. Ia menekankan bahwa pencapaian administratif tidak serta-merta menyelesaikan masalah riil warga.

"Secara administratif, pencapaian anggaran 2025 tergolong baik. Namun, angka tinggi ini tidak serta-merta menghapus kendala teknis di lapangan yang dialami para camat," ujar STS.

Dalam pertemuan tersebut, beberapa camat menyampaikan keluhan mengenai keterbatasan anggaran yang menghambat pemenuhan kebutuhan mendesak masyarakat di wilayah masing-masing. Persoalan infrastruktur menjadi isu utama yang disuarakan oleh para camat.

Beberapa contoh spesifik diungkapkan, seperti urgensi pembangunan flyover di Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, untuk mengatasi kemacetan kronis. Sementara itu, warga di Bogor Utara dan Timur masih menghadapi ancaman banjir musiman yang memerlukan penanganan segera.

Kondisi infrastruktur yang memprihatinkan juga terjadi di Bogor Selatan, di mana kerusakan jalan akibat longsor di kawasan Batutulis dilaporkan telah terbengkalai tanpa perbaikan selama hampir satu tahun. Sisi positif hanya terlihat di Bogor Barat, khususnya dengan adanya kemajuan dalam pembangunan kelurahan di Situ Gede.

Terkait kerusakan jalan di Batutulis, Sugeng Teguh Santoso menyampaikan perkembangan terbaru bahwa proyek alih trase jalan tersebut kini sudah memasuki tahap lelang di tingkat provinsi. Ia mendesak agar proses eksekusi dapat dipercepat demi kelancaran mobilitas warga.