PORTAL7.CO.ID - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta resmi membuka Sayembara Pradesain Penanda Perbatasan DIY Tahun 2026. Kompetisi ini bertujuan untuk menjaring ide kreatif dalam merancang gapura di dua titik perbatasan yang bersinggungan langsung dengan wilayah Jawa Tengah.

Dilansir dari Detikcom, sayembara ini terbuka untuk masyarakat umum dan dijadwalkan masuk tahap penilaian oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada Selasa (21/4/2026). Fokus utama desain diarahkan pada pintu masuk utama di koridor selatan wilayah Yogyakarta.

Adapun lokasi yang menjadi objek sayembara adalah kawasan Temon di Kulon Progo sebagai gerbang barat, serta Karangwuni di Rongkop, Gunungkidul sebagai gerbang timur. Perancangan di Temon berkaitan dengan aspek keselamatan jalan nasional, sementara Karangwuni menonjolkan potensi alam dan situs geopark.

"Kemudian perbatasan Karangwuni, Rongkop Gunungkidul atau kawasan pintu masuk wilayah timur DIY dengan karakter bentang alam khas dan kedekatan dengan situs geopark," ujar Koordinator Substansi Bagian Humas Biro Umum, Humas, dan Protokol Setda DIY, Ditya Nanaryo Aji.

Dalam proses penilaian, pemerintah telah menetapkan lima kriteria utama yang mencakup konsep, estetika, teknis material, implementasi di lapangan, hingga komposisi penyajian karya. Tim juri terdiri dari para ahli seperti akademisi Ir Ikaputra, arsitek Erlangga Winoto, serta budayawan Ir Suyata.

Gubernur DIY sendiri akan bertindak sebagai juri kehormatan yang memberikan keputusan akhir terhadap karya-karya terbaik. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menentukan wajah depan wilayah Yogyakarta di mata pendatang.

"Bapak Gubernur menjadi juri kehormatan, Beliau memberikan penilaian atau penjurian 5 besar yang sudah dipilih oleh dewan juri lainnya," kata Ditya Nanaryo Aji menjelaskan peran Sultan dalam kompetisi tersebut.

Pihak panitia telah menyiapkan total hadiah mencapai puluhan juta rupiah sebagai bentuk apresiasi bagi para pemenang. Penghargaan ini akan diberikan kepada lima peserta terbaik, mulai dari peringkat juara pertama hingga juara harapan dua.

"Kenapa 5 besar? Karena yang akan mendapatkan hadiah adalah 5 besar mulai dari juara harapan 2 sampai juara 1. Dengan hadiah terbesar yaitu Rp 40 juta untuk pemenang pertama," terang Ditya Nanaryo Aji mengenai distribusi hadiah kompetisi.