PORTAL7.CO.ID - Robbie Keane, pelatih Ferencváros, memberikan peringatan tegas kepada skuatnya menjelang pertemuan krusial melawan Braga di leg kedua babak 16 besar Liga Europa. Ia menekankan perlunya menjaga kepala dingin dan menghindari euforia berlebihan pasca kemenangan di pertemuan pertama.

Ferencváros berhasil mengamankan keunggulan dua gol tanpa balas saat bermain di kandang, Hungaria. Kini, mereka dijadwalkan bertandang ke markas Braga pada hari Rabu untuk menentukan siapa yang berhak melaju ke babak selanjutnya.

Keane menegaskan bahwa meskipun unggul, pertandingan sesungguhnya belum berakhir dan tim harus tetap waspada penuh. Ia mengingatkan bahwa dalam sepak bola, perayaan dini seringkali membawa konsekuensi yang tidak diinginkan.

"Tidak ada yang merayakan kemenangan terlalu berlebihan setelah pertandingan terakhir," kata Keane, menekankan bahwa fokus harus tetap tertuju pada 90 menit pertandingan yang akan datang.

Menurut pandangan Keane, keunggulan 2-0 adalah hasil yang rentan dan bisa menjadi bumerang jika tidak dikelola dengan baik. Idealnya, tim harus mampu menjaga gawang mereka tetap steril sambil menambah keunggulan untuk mengunci tiket lolos.

Pelatih asal Irlandia tersebut juga menggarisbawahi bahwa Ferencváros tidak akan mengadopsi strategi bermain ultra-defensif atau bertahan total sepanjang laga. Ia meyakini bahwa hanya bertahan selama 90 menit akan mengundang tekanan besar dari lawan.

"Jika mereka hanya bertahan selama 90 menit, cepat atau lambat mereka akan kebobolan dan mereka harus memiliki energi yang cukup," tambahnya, mengindikasikan perlunya keseimbangan antara bertahan dan menyerang dalam laga tandang.

Keane juga mencermati potensi Braga untuk bangkit dan membalikkan keadaan, serta kemungkinan adanya perubahan taktik signifikan dari tim tuan rumah. Ia percaya bahwa Braga pasti memiliki keyakinan untuk membalikkan defisit dua gol tersebut.

"Saya yakin mereka percaya bisa membalikkan keadaan, sama seperti saya. Jika pelatih tidak percaya, bagaimana para pemain bisa yakin?" ujar Keane, menyoroti pentingnya mentalitas positif dari seorang pemimpin tim.