PORTAL7.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia. Kondisi atmosfer yang tidak stabil ini diprediksi akan berlangsung setidaknya hingga tanggal 2 Maret 2026 mendatang. Masyarakat diminta untuk terus memantau informasi cuaca terkini agar aktivitas harian tidak terganggu oleh curah hujan tinggi.
Peringatan ini muncul di tengah momen bulan suci Ramadan, di mana banyak warga merencanakan kegiatan di luar ruangan. BMKG secara khusus mengimbau masyarakat yang ingin mengadakan agenda buka bersama (bukber) untuk lebih berhati-hati. Pengecekan prakiraan hujan di wilayah masing-masing menjadi langkah krusial sebelum menentukan lokasi acara agar tetap aman dan nyaman.
Fenomena atmosfer global dan regional saat ini sedang memberikan pengaruh besar terhadap pola cuaca di tanah air. Keberadaan La Niña dilaporkan memicu peningkatan pembentukan awan hujan secara signifikan di sejumlah titik. Selain itu, dinamika lokal juga turut memperkuat potensi terjadinya hujan dengan intensitas yang cukup beragam di seluruh nusantara.
Aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) diperkirakan masih akan terus menyelimuti wilayah atmosfer Indonesia dalam beberapa hari ke depan. Gelombang Kelvin pun terpantau aktif di beberapa area tertentu, menambah kompleksitas kondisi cuaca saat ini. Kombinasi faktor-faktor inilah yang melatarbelakangi keluarnya peringatan potensi hujan sedang hingga sangat lebat bagi warga.
BMKG menegaskan bahwa cuaca ekstrem ini tidak hanya membawa hujan, tetapi juga potensi angin kencang di beberapa wilayah tertentu. Risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor perlu diwaspadai oleh seluruh pemangku kepentingan. Kewaspadaan ekstra sangat diperlukan guna meminimalisir dampak kerugian materiil maupun gangguan mobilitas akibat cuaca buruk.
Melalui laman resminya pada Kamis (26/2/2026), BMKG mengingatkan bahwa kondisi cuaca dapat berubah secara mendadak sewaktu-waktu. Hal ini harus menjadi perhatian utama dalam perencanaan perjalanan darat, laut, maupun transportasi udara. "Kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu ini diharapkan menjadi perhatian dalam perencanaan aktivitas," tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Segala bentuk kegiatan luar ruang, termasuk ibadah dan wisata, sebaiknya dipersiapkan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan cuaca. Koordinasi antara masyarakat dan petugas di lapangan diharapkan tetap terjalin demi keamanan bersama selama periode ekstrem ini. Tetap waspada dan pastikan selalu membawa perlengkapan pelindung hujan saat harus beraktivitas di luar rumah.
Sumber: Infonasional