PORTAL7.CO.ID - Awal tahun 2026 menjadi momentum kebangkitan ekonomi yang luar biasa bagi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Berdasarkan data terbaru, nilai ekspor daerah ini mencatatkan pertumbuhan yang sangat fantastis di luar dugaan banyak pihak. Kenaikan yang mencapai ribuan persen ini menandai pergeseran signifikan dalam struktur perdagangan luar negeri wilayah tersebut.

Badan Pusat Statistik (BPS) NTB melaporkan bahwa total nilai ekspor pada Januari 2026 menyentuh angka US$ 76,6 juta. Jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025, angka ini merepresentasikan lonjakan tajam sebesar 1.868,45 persen. Kepala BPS NTB, Wahyudin, mengungkapkan data menggembirakan ini dalam rilis resmi di kantornya pada Senin (2/3/2026).

Pemicu utama pertumbuhan masif ini adalah peningkatan pengiriman komoditas non-tambang ke pasar internasional secara berkelanjutan. Produk tembaga hasil olahan industri smelter kini menjadi primadona baru yang mendominasi porsi ekspor provinsi tersebut. Selain itu, sektor tambang konvensional berupa konsentrat juga masih memberikan kontribusi penting terhadap total nilai perdagangan.

Wahyudin menjelaskan secara mendalam bahwa tembaga memegang kendali utama dengan nilai mencapai US$ 50,8 juta atau 66,33 persen. Posisi berikutnya ditempati oleh barang galian nonmigas sebesar US$ 18,8 juta serta sektor perikanan yang menyumbang US$ 5,9 juta. "Komoditas tembaga mayoritas diekspor ke Thailand dan Tiongkok dengan persentase gabungan mencapai 59,59 persen," ujar Wahyudin.

Sebaran pasar ekspor NTB kini semakin meluas ke berbagai negara besar di kawasan Asia dan Amerika Serikat. Selain Thailand dan Tiongkok, Amerika Serikat menyerap sekitar 8,45 persen dari total komoditas yang dikirimkan dari pelabuhan setempat. Negara-negara lain seperti Jepang, India, hingga Vietnam juga tercatat sebagai mitra dagang meskipun dengan persentase yang lebih kecil.

Berbanding terbalik dengan performa ekspor, nilai impor NTB justru mengalami kontraksi yang sangat dalam pada periode yang sama. BPS mencatat penurunan impor sebesar 94,18 persen dibandingkan Januari tahun sebelumnya dengan total nilai transaksi yang sangat minim. Penurunan drastis ini dipicu oleh absennya impor barang konsumsi serta berkurangnya pengadaan barang modal seperti mesin mekanik.

Australia masih menjadi pemasok utama barang impor ke NTB dengan dominasi mencapai 84,39 persen dari total nilai transaksi. Meskipun demikian, tren surplus perdagangan yang lebar ini memberikan sinyal positif bagi kemandirian ekonomi daerah di masa depan. Fokus pada hilirisasi industri melalui smelter terbukti efektif dalam mendongkrak nilai tambah produk lokal di pasar global.

Sumber: Infonasional

https://www.infonasional.com/ekspor-ntb-melonjak-januari-2026