Langit sore itu berwarna jingga pekat, seolah sedang melukiskan perasaan yang berkecamuk di dalam dadaku. Aku berdiri di depan rumah tua yang telah lama kutinggalkan, membawa beban yang tak kasat mata di pundak.

Pintu kayu yang berderit menyambutku dengan aroma debu dan kenangan masa kecil yang mulai memudar. Di sinilah segalanya dimulai, sebelum aku mengenal kerasnya dunia luar yang sempat mematahkan semangatku.

Aku melangkah ke sudut ruangan, menemukan sebuah kotak kayu berisi surat-surat lama milik mendiang ayah. Setiap kata yang tertulis di sana terasa seperti bisikan lembut yang menenangkan jiwaku yang sedang lara.

Sumber: Jabaronline

https://jabaronline.com/post/rahasia-di-balik-retakan-dinding-dan-jejak-kedewasaan