Persis Solo akhirnya berhasil memutus tren negatif yang membelenggu mereka dalam beberapa pekan terakhir di Liga Super 2025/2026. Laskar Sambernyawa sukses menumbangkan tuan rumah Semen Padang dalam laga dramatis yang berakhir dengan skor tipis 3-2. Kemenangan krusial ini menjadi suntikan moral yang sangat dibutuhkan tim untuk mendongkrak posisi mereka di klasemen sementara. Hasil positif ini memberikan harapan baru bagi Persis untuk menjauh dari ancaman zona degradasi

Pertandingan yang mempertemukan dua tim papan bawah ini tersaji di Stadion Haji Agus Salim, Padang, pada Minggu, 11 Januari 2026. Kedua tim bermain terbuka sejak peluit awal dibunyikan, menyajikan jual beli serangan yang intens. Tuan rumah Semen Padang sempat unggul lebih dulu, memaksa Persis bekerja keras mengejar ketertinggalan.

Gol pembuka untuk Kabau Sirah dicetak oleh Irsyad Maulana pada menit ke-36, membuat publik Padang bersorak. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama setelah Persis Solo berhasil menyamakan kedudukan menjelang turun minum. Gol penyeimbang diciptakan oleh Zanadin Fariz di menit ke-45+3, memastikan babak pertama berakhir imbang 1-1.

Pengamat sepak bola nasional menilai bahwa tekanan mental adalah faktor utama yang membedakan hasil akhir kedua tim. Menurutnya, laga di papan bawah seringkali ditentukan oleh efektivitas serangan balik dan manajemen emosi pemain. Kemenangan 3-2 Persis Solo menunjukkan bahwa mereka memiliki mentalitas yang lebih kuat dalam menghadapi situasi genting. Hal ini patut diapresiasi mengingat mereka berhasil meraih tiga poin di markas lawan yang terkenal angker.

Tiga poin penuh yang dibawa pulang dari Padang ini memberikan dampak signifikan bagi pergerakan Persis Solo di tabel klasemen. Mereka kini berhasil menjauh sementara dari zona merah, memberikan sedikit ruang bernapas bagi tim pelatih dan manajemen. Sebaliknya, Semen Padang harus menerima kenyataan pahit dan semakin tertekan di posisi bawah. Mereka harus segera berbenah jika ingin mempertahankan status mereka di kasta tertinggi Liga Indonesia.

Meskipun detail dua gol penentu di babak kedua belum sepenuhnya terungkap, skor 3-2 mengindikasikan adanya drama yang melibatkan total lima gol. Gol kemenangan Persis dipastikan tercipta setelah jeda, menunjukkan adanya perubahan taktik yang efektif dari bangku cadangan. Pelatih kepala Persis tampaknya berhasil memotivasi skuadnya untuk tampil lebih menyerang dan klinis di depan gawang.

Secara keseluruhan, hasil ini adalah pencapaian besar bagi Laskar Sambernyawa setelah melalui periode sulit tanpa kemenangan. Mereka berhasil memutus rantai hasil buruk tepat pada waktunya di tengah persaingan ketat Liga Super. Kemenangan dramatis ini diharapkan menjadi titik balik kebangkitan Persis di sisa musim kompetisi 2025/2026.