PORTAL7.CO.ID - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) secara resmi telah menyelesaikan pembangunan dua unit Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan perbatasan Indonesia dan Timor Leste. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijadwalkan beroperasi penuh mulai Minggu, 19 April 2026.
Fasilitas vital penunjang kesehatan tersebut terletak di dua titik strategis, yakni Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Wini di Kabupaten Timor Tengah Utara dan PLBN Motamasin di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. Informasi mengenai penyelesaian proyek ini dilansir dari Detikcom.
Pembangunan infrastruktur strategis ini tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan masyarakat, tetapi juga bertujuan memperluas akses layanan dasar di wilayah beranda terdepan negara. Keberadaan SPPG diharapkan mampu mengoptimalkan peran PLBN sebagai motor penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Proyek ini dikerjakan oleh Satuan Kerja Prasarana Strategis NTT dengan menggandeng kontraktor pelaksana PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. Sinergi antara pemerintah dan sektor swasta ini memastikan standar kualitas bangunan memenuhi kebutuhan operasional jangka panjang di wilayah terpencil.
"Program MBG adalah amanat Presiden Prabowo Subianto untuk mencetak generasi Indonesia yang sehat dan cerdas. Program ini juga mendorong ekonomi lokal dengan melibatkan petani, nelayan, dan UMKM. Dengan demikian, MBG bukan hanya program sosial, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan nasional," ujar Dody Hanggodo, Menteri PU.
Menteri PU menjelaskan bahwa pemilihan lokasi pembangunan di kawasan perbatasan didasarkan pada pertimbangan skala prioritas yang sangat matang. Wilayah-wilayah tersebut dinilai memiliki kebutuhan mendesak akan akses layanan kesehatan dan pemenuhan gizi bagi masyarakat setempat yang selama ini terbatas.
"Ini menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan akses gizi yang layak, menjaga stabilitas harga, serta menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat perbatasan," sambung Dody Hanggodo, Menteri PU.
Dari sisi teknis, SPPG di PLBN Wini menempati lahan seluas 1.408,63 meter persegi, sedangkan fasilitas serupa di PLBN Motamasin berdiri di atas lahan seluas 1.469,12 meter persegi. Kedua fasilitas tersebut dirancang dengan spesifikasi modern untuk menampung aktivitas pengolahan pangan dalam skala besar.
Setiap unit pusat pelayanan gizi ini telah dilengkapi dengan dapur utama, gudang logistik, serta sistem jaringan air bersih yang memadai. Untuk menjaga aspek sanitasi dan kelestarian lingkungan, pengelola juga telah memasang Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang mumpuni.