PORTAL7.CO.ID - Pelatih UD Almería, Joan Francesc Ferrer Sicilia, yang lebih dikenal dengan nama Rubi, melayangkan kritik tajam mengenai sistem kompetisi sepak bola kasta kedua Spanyol. Kritik tersebut berpusat pada keputusan liga untuk tetap menggelar pertandingan selama periode jeda internasional FIFA.

Ketidakpuasan Rubi ini muncul menjelang pertandingan penting timnya melawan Real Sociedad B. Ia berpendapat bahwa jadwal yang diterapkan saat ini menimbulkan kerugian signifikan bagi banyak klub yang bersaing di divisi tersebut.

Dilansir dari as.com, Rubi mengungkapkan bahwa klubnya telah menyuarakan penolakan terhadap jadwal pertandingan selama jendela internasional. Hal ini demi menjamin adanya persaingan yang sehat di antara kontestan liga.

"Kami telah menyuarakan penolakan untuk tetap bermain di jendela internasional ini. Kami ingin kompetisi yang adil di mana setiap tim bisa menurunkan pemain terbaik mereka," ujar Rubi.

Kritik ini muncul berdasarkan pengalaman pahit yang dialami Almería pada musim sebelumnya. Saat itu, klub kehilangan dua pemain kunci, Luis Javier Suárez dan Marc Pubill, karena panggilan tim nasional bertepatan dengan babak play-off promosi.

Pelatih kelahiran Almería tersebut menyatakan keheranannya atas kurangnya rasa persatuan di antara klub-klub terkait masalah jadwal yang berulang ini. "Ini adalah satu lagi kejadian dari banyak hal yang terus berulang. Saya sangat terkejut dengan kurangnya solidaritas di antara klub-klub terkait masalah ini," tutur pelatih tersebut.

Memasuki fase krusial musim 2026, Rubi mengingatkan para pemainnya untuk tidak teralihkan fokusnya oleh hasil pertandingan yang diraih oleh tim-tim pesaing langsung. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas psikologis skuad dari tekanan eksternal.

Rubi menegaskan bahwa fokus utama timnya adalah performa internal dan hasil yang mereka raih sendiri di lapangan. "Kami sepenuhnya fokus pada diri sendiri tanpa memedulikan hasil pesaing langsung. Kita hanya perlu melakukan pekerjaan kita karena apa pun yang terjadi di lapangan lain akan selalu positif jika kita menang," kata Rubi.

Menurut pandangannya, terlalu memperhatikan hasil tim lain berpotensi merusak suasana hati pemain dan meningkatkan beban mental yang tidak perlu. Ia bahkan memprediksi akan terjadi banyak kejutan tak terduga pada sisa akhir musim kompetisi ini.