Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memanfaatkan teknologi satelit mutakhir untuk memantau pergerakan awan di wilayah Jawa Barat secara real-time. Langkah ini dilakukan guna memberikan peringatan dini yang lebih akurat kepada masyarakat di tengah kondisi atmosfer yang dinamis.

Hasil pemantauan menunjukkan adanya potensi hujan dengan intensitas beragam yang tersebar di wilayah Bogor hingga Bandung Raya. Data radar cuaca mendeteksi pembentukan awan kumulonimbus yang berpotensi memicu angin kencang di beberapa titik strategis.

Geografi Jawa Barat yang terdiri dari pegunungan dan pesisir membuat pola cuaca di daerah ini seringkali berubah dalam waktu singkat. Integrasi sistem pemodelan numerik membantu para prakirawan memetakan risiko bencana hidrometeorologi secara lebih mendalam.