Umat Muslim di Kota Padang kini memasuki hari kedelapan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah yang jatuh pada Kamis, 26 Februari 2026. Mengetahui ketepatan waktu ibadah sangat krusial bagi kelancaran menjalankan rukun Islam yang keempat ini bagi setiap individu. Panduan waktu imsak dan berbuka menjadi rujukan utama bagi masyarakat agar tetap disiplin dalam menjalankan kewajibannya. Artikel ini menyajikan rincian jadwal resmi yang dikeluarkan oleh otoritas terkait untuk wilayah ibu kota Sumatera Barat.
Berdasarkan data resmi dari Kementerian Agama (Kemenag) RI, waktu imsak untuk wilayah Kota Padang ditetapkan tepat pada pukul 05.02 WIB. Selang sepuluh menit kemudian, masyarakat akan memasuki waktu Subuh yang jatuh pada pukul 05.12 WIB sebagai tanda dimulainya puasa. Sementara itu, momen yang paling dinantikan yakni waktu berbuka puasa atau Maghrib akan tiba pada pukul 18.38 WIB. Seluruh jadwal ini merujuk pada zona waktu Indonesia bagian barat yang berlaku secara sah di wilayah tersebut.
Kementerian Agama menyusun jadwal imsakiyah ini sebagai pedoman bagi seluruh umat Islam agar dapat mengatur waktu makan sahur dengan lebih baik. Penentuan waktu imsak sepuluh menit sebelum Subuh bertujuan memberikan jeda bagi umat untuk bersiap-siap mengakhiri santap sahur mereka. Informasi detail mengenai jadwal harian ini dapat diakses secara publik melalui situs resmi Bimas Islam milik pemerintah. Transparansi data ini diharapkan mampu meminimalisir kekeliruan waktu ibadah di tengah masyarakat yang sedang berpuasa.
Sebelum memulai ibadah puasa seharian penuh, setiap individu diwajibkan untuk melafalkan niat sebagai salah satu syarat sahnya ibadah tersebut. Doa niat tersebut berbunyi "Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala" yang dibaca pada malam hari. Secara harfiah, kalimat ini bermakna kesediaan hati untuk menunaikan kewajiban puasa esok hari di bulan Ramadhan karena Allah Ta’ala. Melafalkan niat dengan tulus menjadi fondasi spiritual bagi setiap Muslim sebelum menahan lapar serta dahaga.
Ketika matahari terbenam dan azan Maghrib berkumandang, umat Muslim disunnahkan untuk segera membatalkan puasa dengan doa yang tepat. Salah satu doa yang umum dipanjatkan adalah "Allahummalakasumtu wabika aamantu wa’alarizqika afthortu birohmatikaya ar-hamarrahimin" sebagai bentuk syukur. Doa tersebut mengandung ungkapan rasa terima kasih kepada Allah atas rezeki dan kasih sayang-Nya yang melimpah selama seharian. Momen berbuka ini menjadi puncak kemenangan spiritual setelah seharian penuh berhasil mengendalikan hawa nafsu.
Pemerintah melalui Kementerian Agama terus mengimbau masyarakat untuk mengikuti jadwal resmi guna menjaga keseragaman waktu ibadah di daerah masing-masing. Perbedaan letak geografis membuat jadwal imsakiyah antarwilayah di Indonesia memiliki selisih waktu yang bervariasi setiap harinya. Oleh karena itu, warga Padang diingatkan untuk tetap merujuk pada data spesifik yang dikeluarkan untuk wilayah Sumatera Barat. Keakuratan waktu ini sangat penting terutama dalam menentukan batas akhir makan sahur dan awal waktu berbuka.
Menjalankan ibadah di bulan Ramadhan 1447 H memerlukan persiapan fisik dan mental yang matang bagi setiap umat mukmin. Dengan adanya panduan jadwal yang jelas, diharapkan kekhusyukan ibadah di Kota Padang dapat terjaga dengan baik sepanjang hari. Semoga setiap amalan yang dikerjakan pada tanggal 26 Februari 2026 ini mendapatkan keberkahan serta pahala yang berlipat ganda. Selamat menjalankan ibadah puasa bagi seluruh warga Padang dan sekitarnya yang sedang merayakan bulan suci ini.
Sumber: Infonasional