PORTAL7.CO.ID - Tim nasional Italia kini berada di ambang pintu menuju Piala Dunia 2026, namun mereka harus melewati satu rintangan terakhir yang sangat menantang. Gli Azzurri dijadwalkan melakoni laga final play-off zona Eropa melawan tuan rumah Bosnia Herzegovina.
Pertandingan hidup mati ini dijadwalkan akan digelar di Stadion Bilino Polje, Zenica, pada hari Selasa, 31 Maret 2026. Duel penting ini akan dimulai tepat pukul 20.45 waktu setempat, menentukan nasib Italia di ajang sepak bola terbesar dunia.
Italia melangkah ke partai puncak ini setelah berhasil menaklukkan Irlandia Utara dengan skor meyakinkan 2-0 dalam laga semifinal. Kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi skuad asuhan Gennaro Gattuso menjelang lawatan ke Bosnia.
Suasana di Zenica diprediksi akan sangat berbeda dan menekan bagi Donnarumma dan rekan-rekannya, mengingat stadion berkapasitas 16.000 penonton tersebut akan dipenuhi oleh suporter fanatik tuan rumah.
Pelatih Italia, Gennaro Gattuso, menyatakan bahwa seluruh tim menyambut baik kesempatan krusial ini dengan semangat tinggi. Ia menekankan pentingnya mentalitas baja untuk mengakhiri periode kelam Italia yang absen dalam dua edisi Piala Dunia berturut-turut.
Gattuso mengungkapkan perasaannya menjelang pertandingan besar ini, "Siapapun yang berada di dunia sepak bola hidup untuk momen seperti ini. Secara pribadi, saya merasakan getaran ketegangan, dan tidak ada yang lebih baik dari itu," ujarnya dikutip dari Sky Sport Italia.
Dilansir dari Goal, Gattuso kemungkinan besar akan mempertahankan komposisi pemain inti yang sukses mengalahkan Irlandia Utara. Namun, ada potensi perubahan di lini tengah dan depan dengan persaingan dari Bryan Cristante serta Francesco Pio Esposito untuk menggantikan Manuel Locatelli dan Mateo Retegui.
Kondisi alam di Zenica juga menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan, dengan prakiraan cuaca menunjukkan kemungkinan hujan ringan dan suhu udara yang cukup dingin, yakni sekitar 3 derajat Celsius. Italia dikonfirmasi akan mengenakan seragam berwarna putih dalam laga yang bisa berlanjut ke perpanjangan waktu atau adu penalti.
Kapten tim, Gianluigi Donnarumma, meyakinkan publik bahwa seluruh skuad telah siap secara fisik dan mental untuk menghadapi tekanan besar ini. Ia menekankan bahwa fokus pada persiapan adalah kunci utama.