PORTAL7.CO.ID - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan respons terhadap permintaan maaf yang disampaikan oleh Rismon Hasiholan Sianipar, yang sebelumnya merupakan tersangka dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tanggapan ini disampaikan Gibran pada hari Kamis, 12 Maret 2026.
Gibran menilai momen bulan Ramadan ini sangat tepat untuk menyelesaikan perselisihan dan memperkuat hubungan antar sesama. Hal ini disampaikan Gibran melalui pernyataan tertulis yang dirilis oleh Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden.
"Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat baik untuk saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan," kata Gibran menanggapi situasi tersebut, sebagaimana tercantum dalam pernyataan tertulisnya.
Gibran mengapresiasi langkah Rismon yang telah memberikan klarifikasi dan menunjukkan kesediaan untuk meninjau ulang pernyataan yang sempat ia sampaikan kepada publik. Sikap ini dinilai sebagai indikasi kedewasaan dalam konteks demokrasi Indonesia.
Rismon diketahui telah mengajukan mekanisme restorative justice sebagai upaya penyelesaian status tersangka yang disandangnya terkait isu ijazah palsu tersebut. Ia juga dilaporkan telah melakukan pertemuan langsung dengan Presiden Jokowi di kediamannya di Solo.
Sebelumnya, Rismon telah mengunggah video yang berisi permohonan maafnya kepada Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Gibran. Dalam video tersebut, ia menyebutkan telah menemukan kebenaran baru mengenai isu ijazah Presiden Jokowi.
"Berdasarkan hasil penelitian saya saat ini yang merupakan kelanjutan dari penelitian saya sebelumnya, saya menemukan kebenaran baru atas ijazah Bapak Joko Widodo," kata Rismon, dilihat dari kanal YouTube Balige Academy pada Kamis, 12 Maret 2026.
Rismon menyatakan bahwa dirinya menarik diri dari persoalan tudingan ijazah palsu yang menyeret nama Presiden Jokowi maupun Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia berencana membuat sanggahan resmi terhadap buku-buku yang pernah ia tulis sebelumnya mengenai kedua tokoh tersebut.
"Dengan demikian saya keluar dari permasalahan terkait ijazah Bapak Joko Widodo termasuk ijazah Bapak Gibran Rakabuming Raka. Saya akan menyanggah dengan membuat antitesa buku Jokowi Paper dan buku Gibran End Game yang menjadi tulisan saya dan menjadi tanggung jawab saya. Dan berupaya keras menarik buku tersebut yang sudah terlanjur beredar," ujarnya.