PORTAL7.CO.ID - Wacana mengenai urgensi kedaulatan industri di Indonesia kini kembali menjadi sorotan utama dalam forum-forum diskusi ekonomi kontemporer. Hal ini memicu perhatian mendalam terhadap pemikiran mendiang Profesor Dr. Soemitro Djojohadikusumo.
Pemikiran sang maestro ekonomi tersebut dianggap menawarkan solusi fundamental yang sangat relevan untuk tantangan pembangunan saat ini. Konsep yang dikenal luas sebagai 'Soemitronomics' dipandang sebagai kerangka kerja strategis yang solid.
Kerangka kerja ini bertujuan untuk membangun fondasi industri nasional yang jauh lebih kuat dan memiliki tingkat kemandirian yang tinggi. Fokus utama pemikiran ini adalah mengurangi ketergantungan struktural pada pasar global.
Para pakar ekonomi secara konsisten menekankan bahwa strategi pembangunan yang diinisiasi oleh Soemitro memiliki diferensiasi signifikan. Strategi ini secara eksplisit berfokus pada penciptaan nilai tambah di tingkat domestik.
Pendekatan ini sangat kontras dengan model pembangunan yang hanya mengandalkan ekspor komoditas atau bahan mentah tanpa hilirisasi mendalam. Nilai tambah domestik adalah kunci utama untuk stabilitas jangka panjang.
Penciptaan nilai tambah di dalam negeri dinilai sangat krusial dalam konteks geopolitik dan ekonomi global yang tidak menentu. Hal ini penting untuk melindungi perekonomian nasional dari volatilitas eksternal.
"Konsep yang sering disebut sebagai 'Soemitronomics' dianggap menawarkan kerangka kerja strategis untuk membangun basis industri yang lebih kuat dan mandiri," demikian pandangan yang mengemuka dalam pertemuan tersebut.
"Pendekatan ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi dari guncangan eksternal yang kerap terjadi," tegas para analis ekonomi yang mengkaji warisan pemikiran Soemitro Djojohadikusumo.
Dilansir dari JABARONLINE.COM, diskusi terkini ini menggarisbawahi pentingnya implementasi pemikiran tersebut sebagai peta jalan menuju Indonesia yang lebih berdaulat secara ekonomi.