PORTAL7.CO.ID - Dunia sepak bola Belanda saat ini tengah menghadapi tantangan administratif serius terkait validitas dokumen pemain non-Uni Eropa di kompetisi Eredivisie. Isu ini menjadi perhatian publik setelah munculnya ketidakjelasan status hukum bagi beberapa pemain yang melakukan perpindahan kewarganegaraan.

Legenda tim nasional Belanda, Pierre van Hooijdonk, melayangkan kritik tajam terhadap federasi sepak bola Belanda (KNVB) yang dinilai tidak tegas. Permasalahan ini mencuat ke permukaan setelah klub NAC Breda mempertanyakan keabsahan status bek Go Ahead Eagles, Dean James, pada laga Maret 2026.

Dilansir dari Bola, persoalan bermula ketika NAC Breda mengalami kekalahan telak 0-6 dari Go Ahead Eagles. Hasil tersebut memicu investigasi mendalam terhadap Dean James yang dinilai tidak memenuhi syarat izin kerja setelah resmi menjadi warga negara Indonesia.

Kondisi serupa dikabarkan juga menimpa sejumlah pemain profesional lainnya yang merumput di Belanda, seperti Nathan Tjoe-A-On, Justin Hubner, hingga Tim Geypens. Meski jaksa sepak bola membenarkan argumen hukum NAC Breda, otoritas terkait belum memberikan sanksi atau mengubah hasil laga.

"Saya berpendapat bahwa semua klub yang berada dalam situasi sulit seperti NAC pasti akan mengambil langkah serupa untuk menuntut keadilan. Fokus saat ini terlalu tertuju pada NAC, padahal ada beberapa klub lain yang jelas-jelas melanggar aturan," ujar Pierre van Hooijdonk.

Langkah tegas NAC Breda yang menuntut pertandingan ulang sempat memicu reaksi keras dari kontestan Liga Belanda lainnya dalam sebuah pertemuan daring. Namun, Van Hooijdonk tetap berdiri memberikan pembelaan terhadap manajemen NAC Breda atas upaya penegakan regulasi tersebut.

"Saya teringat insiden tahun 2007 ketika PSV Eindhoven harus tersingkir dari Piala Belanda karena masalah administratif pemain. Kala itu, PSV dinyatakan kalah akibat menurunkan pemain yang masih dalam masa skorsing saat melawan Jong Heerenveen," kata Pierre van Hooijdonk.

Sebagai solusi praktis bagi klub profesional, ketelitian dalam memverifikasi dokumen pemain merupakan langkah krusial yang tidak boleh diabaikan. Ajax Amsterdam menjadi satu-satunya klub yang dilaporkan berhasil menghindari kerumitan administratif ini melalui prosedur pemeriksaan yang ketat.

Saat merekrut kiper timnas Indonesia, Maarten Paes, dari FC Dallas pada Januari 2026, Ajax melakukan audit menyeluruh terhadap status sang pemain. Langkah preventif ini terbukti mampu melindungi klub dari potensi sengketa hukum yang bisa merugikan tim di kemudian hari.