Fenomena komunikasi digital kini telah mengubah lanskap interaksi sosial dan politik masyarakat Indonesia secara signifikan. Kecepatan penyebaran informasi menuntut setiap individu untuk memiliki filter kritis dalam mengonsumsi berita politik.

Data menunjukkan bahwa penyebaran hoaks sering kali meningkat seiring dengan memanasnya suhu persaingan politik di berbagai tingkatan. Literasi digital yang rendah menjadi celah bagi pihak tidak bertanggung jawab untuk memecah belah persatuan bangsa.

Sejarah mencatat bahwa polarisasi tajam di ruang siber dapat berdampak langsung pada keharmonisan hubungan sosial di dunia nyata. Oleh karena itu, edukasi mengenai tata krama berpendapat di media sosial menjadi fondasi penting bagi demokrasi yang sehat.